Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Olympic

Geger Bripka Mernawati Edukasi Warga Singkawang Pakai Bahasa China

Geger Bripka Mernawati Edukasi Warga Singkawang Pakai Bahasa China
Bripka Mernawati, polisi wanita (Polwan) yang viral di media sosial karena mengedukasi vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat dengan menggunakan bahasa Kek (bahasa daerah China) di wilayah tugasnya. (Foto: ANTARA/Rudi)
Minggu, 16 Januari 2022 16:29 WIB

JAKARTA - Sosok Bripka Mernawati, polisi wanita (Polwan) yang bertugas di Bagian Administrasi Satbinmas Polres Singkawang viral menggegerkan media sosial karena mengedukasi vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat dengan menggunakan bahasa Kek (bahasa daerah China) di wilayah tugasnya.

Diketahui, wanita kelahiran tahun 1985 ini sudah beberapa kali menggunakan bahasa Kek sewaktu memberikan sosialisasi ke masyarakat Kota Singkawang, agar mau divaksin menyukseskan program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Saya sebenarnya dari kecil sudah tau bahasa Kek, karena memang ibu saya orang Tionghoa dan bapak saya Jawa," kata Bripka Mernawati, saat ditemui Antara di Mapolres Singkawang, Sabtu.

Terlebih hari-hari dia bersama ibunya selalu menggunakan bahasa Kek di rumah, sehingga dia menganggap wajar kalau dirinya memang pandai berbahasa Kek. Dengan kepandaian itulah, Bripka Mernawati pun mencoba untuk mengedukasi masyarakat Kota Singkawang khususnya warga Tionghoa agar mereka (terutama yang sudah lanjut usia) mengerti dan paham dengan imbauan yang disampaikan.

"Hasilnya mereka (para orang tua dari kalangan Tionghoa) sangat antusias mengikuti vaksinasi yang digelar Polres Singkawang dalam empat hari ini. Saya berharap capaian vaksinasi bisa meningkat di Singkawang," tuturnya.

Menurutnya, cukup banyak orang tua dari kalangan Tionghoa yang kurang mengerti dengan bahasa Indonesia, justru mereka mengerti dengan bahasa Kek yang disampaikan. "Mengingat di Singkawang ini mayoritas orang Tionghoa, sehingga sewaktu sosialisasi saya coba menggunakan bahasa Kek dan tak disangka banyak dari mereka yang datang ke Mapolres untuk mengikuti vaksinasi," ungkapnya.

Melihat kondisi itu, dirinya berjanji akan terus melakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa Kek khususnya kepada masyarakat Tionghoa yang berada di pinggiran kota. "Mengenai pro kontra di media sosial biarkan saja, karena saya memang mengambil dari sisi positifnya saja, dengan tujuan agar orang tua dari kalangan Tionghoa yang tidak mengerti bahasa Indonesia, bisa mengerti dengan bahasa yang kita sampaikan," katanya.

Selama ini, sasaran sosialisasi baru sebatas di tengah kota, seperti Pasar Turi, Jalan Sama-Sama dan Jalan Raya Sakok. "Ke depan akan kita sasar ke daerah-daerah pelosok yang memang banyak warga Tionghoanya," jelasnya.

Kasat Binmas Polres Singkawang Iptu Supiyanto mengatakan, bahwa masyarakat Singkawang heterogen yang secara kebetulan mayoritas masyarakat Tionghoa. "Tujuannya untuk menggugah orang-orang tua dari kalangan Tionghoa agar mau mengikuti vaksinasi secara masif. Karena vaksinasi ini sangat penting," katanya.

Satbinmas Polres Singkawang lantas mencoba melakukan terobosan baru memberikan sosialisasi dengan bahasa yang bisa dipahami orang Tionghoa yang tinggal di pasar.

"Secara kebetulan, ada anggota kita yang bisa berbahasa Kek akhirnya kita lakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa itu ke masyarakat Tionghoa," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww