Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
13 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
13 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Olympic

Gelar Aksi di Pekanbaru, Pengungsi Afghanistan Dipukul Mundur Polisi

Gelar Aksi di Pekanbaru, Pengungsi Afghanistan Dipukul Mundur Polisi
Aparat kepolisian membubarkan paksa aksi yang digelar para pengungsi Afghanistan di depan Kantor UNHCR, di Pekanbaru, Riau, Senin (17/1) kemarin. Aparat diduga melakukan kekerasan kepada para pengungsi tersebut. Ilustrasi (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Rabu, 19 Januari 2022 01:35 WIB

PEKANBARU - Aparat kepolisian membubarkan paksa aksi yang digelar para pengungsi Afghanistan di depan Kantor UNHCR, di Pekanbaru, Riau, Senin (17/1) kemarin. Aparat diduga melakukan kekerasan kepada para pengungsi tersebut.

Aksi pembubaran paksa yang dilakukan aparat kepolisian turut dibagikan oleh aktivis HAM, Veronica Koman lewat akun twitter pribadinya @VeronicaKoman. Dalam video itu, terlihat polisi yang menggunakan tameng dan tongkat memukuli sejumlah pencari suaka. Beberapa orang lari kocar-kacir menghindari pukulan aparat.

Veronica mengatakan para pencari suaka itu semula berunjuk rasa di depan kantor UNHCR menyikapi dugaan bunuh diri seorang pengungsi Afghanistan. Dalam rekaman video lain terlihat sejumlah orang mengenakan rompi berwarna biru terlihat jatuh di tanah dan seolah diinjak-injak oleh orang yang lain. "They were protesting in front of the @UNHCRIndo office following the suicide of an Afghan refugee yesterday. They are all desperate for resettlement," tulis Veronica.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait peristiwa itu. Berdasarkan penjelasan dari Media online CNNIndonesia.com yang sudah menghubungi Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, media jejaring Transkorp tersebut belum mendapat respons.

UNHCR menyayangkan insiden yang terjadi antara pengungsi dan aparat kepolisian di Pekanbaru kemarin. UNHCR menyatakan menyampaikan pendapat di muka umum diizinkan di Indonesia. "Kami menolak segala bentuk kekerasan. Melakukan aksi damai adalah hal yang diperbolehkan di Indonesia sebagai salah satu cara penyampaian aspirasi," demikian bunyi keterangan resmi UNHCR Sebagaimana dikutip Selasa (18/1).

Di lain sisi, UNHCR mengklaim selalu mengingatkan para pengungsinya agar mematuhi hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum. "Mereka berisiko mengalami pembubaran paksa oleh pihak otoritas atau bahkan dapat didetensi/ditahan," ujarnya.

"Kami akan terus menawarkan pengungsi untuk berdiskusi secara terbuka dengan staff UNHCR dan mitra kerja kami. Dan terus meningkatkan agar mereka mematuhi hukum di negara ini agar insiden serupa tak terulang di masa depan," demikian bunyi keterangan itu.

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww