Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
6 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Sikap Gus Yahya Tak Main-main, PBNU Tegas Hadapi PKB

Sikap Gus Yahya Tak Main-main, PBNU Tegas Hadapi PKB
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf. (Foto: Istimewa)
Rabu, 26 Januari 2022 23:48 WIB

JAKARTA - Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS menanggapi soal sejumlah pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang dipanggil ketua Umum Yahya Cholil Staquf atas dugaan terlibat politik praktis, termasuk kedekatannya PKB.

Fernando mengatakan, langkah Gus Yahya patut diapresiasi. Dia mengatakan, Muhaimin Iskandar sebagai Ketum PKB memang seharusnya menghargai sikap dari PBNU yang sudah melepaskan diri dari kepentingan politik. "Hal ini menunjukkan bahwa Ketum PBNU Gus Yahya konsisten menjalankan janjinya ketika Muktamar NU ke-34 di Lampung," kata Fernando, Rabu (26/1/2022).

Fernando mengatakan, sebaiknya Cak Imin mengurungkan niatnya untuk ikut sebagai capres atau cawapres pada 2024 karena sangat jelas NU tidak mau dimanfaatkan untuk ambisi ketum PKB tersebut.

Pengamat ini mengatakan, PBNU harus selalu tegas dalam menjalankan komitmen NU untuk melepaskan diri dari kepentingan politik pihak tertentu, termasuk PKB. "Memang seharusnya NU jangan dikerdilkan menjadi hanya milik partai tertentu, seperti PKB," katanya.

Fernando menyebut, NU harusnya milik semua partai politik. Dirinya mendukung PBNU harus tegas terhadap pengurus NU daerah yang dimanfaatkan oleh kepentingan kelompok politik tertentu, termasuk oleh PKB.

Sebelumnya, PCNU Kabupaten Bondowoso dipanggil PBNU Pusat usai menyebut "Bukan PKB yang peralat NU, tetapi NU yang peralat PKB". Pemanggilan PCNU Bondowoso menambah daftar panjang pemanggilan NU daerah yang diduga terlibat politik praktis.

Sebelumnya, PBNU juga memanggil ketua PCNU Banyuwangi dan PCNU Bondowoso. Pemanggilan ini merupakan bentuk tabayun.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww