Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Beladiri

Gegara Kasus Perkosaan, IPW Desak Kapolri Copot Humas Polda Jateng

Gegara Kasus Perkosaan, IPW Desak Kapolri Copot Humas Polda Jateng
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iqbal Alqudusy. (Foto: Istimewa)
Kamis, 27 Januari 2022 14:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot dan menindak Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iqbal Alqudusy yang diduga telah melakukan pelanggaran.

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso mengatakan bahwa Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iqbal Alqudusy telah membongkar BAP korban pemerkosaan berinisial R di Boyolali Jawa Tengah kepada publik. Padahal, menurut Teguh, perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Akibatnya, menurut Teguh, penanganan perkara pemerkosaan tersebut akan mengganggu proses penyelidikan dan pengembangan kepada pelaku lainnya. "IPW melihat bahwa tindakan menyebar informasi keterangan dalam BAP perkara pemerkosaan atas Korban R merupakan tindakan unprofesional dan unprosedural, yang sangat menyakitkan perasaan korban R sebagai masyarakat yang mengadu pada Polisi," tuturnya dalam keterangan resminya kepada GoNews.co di Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Teguh menjelaskan tindakan unprofesional dan undprosedural yang telah dilakukan oleh Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iqbal Alqudusy antara lain menyebarkan keterangan BAP korban yang sifatnya tertutup kepada publik. "Ada kewajiban bagi Polisi menyimpan rahasia terkait dengan tugas dalam jabatannya. Bahkan isi pernyataan pers tersebut dibantah oleh pelapor korban R sehingga menimbulkan kegaduhan dan kontroversi," katanya.

Selain itu, kata Teguh, pernyataan Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iqbal Alqudusy tersebut juga bisa menghambat dan menghalangi penyidikan karena dengan adanya keterangan pers tersebut ada potensi besar terlapor GWS mudah membantah dan berkelit setelah mengetahui keterangan pers yang berpihak pada terlapor.

"Sementara saat pernyataan pers ini dirilis terlapor belum diperiksa. Hal ini, dapat dinilai bahwa polisi telah berpihak pada terlapor sementara dalam kode etik profesi kepolisian terdapat larangan keberpihakan pada pihak-pihak yang berperkara," ujarnya.***

wwwwww