Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Nasional

126 Orang Korban Perdagangan Orang Melapor ke LPSK, Kebanyakan Perempuan

126 Orang Korban Perdagangan Orang Melapor ke LPSK, Kebanyakan Perempuan
Ilustrasi perdagangan orang. (gambar: ist./media indonesia)
Jum'at, 28 Januari 2022 17:54 WIB
JAKARTA - 126 orang korban perdagangan orang meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sepanjang 2021. Demikian disampaikan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (28/1/2022).

Dari jumlah itu, 120 korban merupakan perempuan dan 6 orang lainnya laki-laki.

"Potret korban perdagangan orang yang didominasi perempuan memberikan gambaran bentuk eksploitasi yang dialami korban, yakni 51 korban dieksploitasi secara seksual dan 66 korban diperdagangkan sebagai pekerja migran," ujar Edwin dikutip GoNEWS.co dari Antara.

Beberapa kasus perdagangan orang beberapa waktu terakhir, antara lain tenggelamnya kapal yang mengangkut pekerja migran Indonesia di Perairan Selangor, Malaysia yang menewaskan setidaknya 21 orang. Belum lagi berita penggerebekan aksi perdagangan anak yang dijajakan sebagai pekerja seks komersial melalui berbagai platform digital.

Menurut Edwin, pemohon dari Jawa Barat cenderung konsisten dari sisi jumlah permohonan di kisaran angka 60-an. Jumlah pemohon terbanyak dari tiga kabupaten/kota, yakni Indramayu 21 orang, Kota Bandung 12 orang, dan Kabupaten Cianjur 10 orang.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww