Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Voli

Seluruh Gubernur Diingatkan Jangan Salah Gunakan Kewenangan, Atau...

Seluruh Gubernur Diingatkan Jangan Salah Gunakan Kewenangan, Atau...
Mendagri Muhammad Tito dalam Rakortek di Bali, Kamis, 27 Januari 2022. (foto: ist./puspen kemendagri)
Jum'at, 28 Januari 2022 15:17 WIB
BADUNG - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan para gubernur agar tidak menyalahgunakan kewenangannya sebagai wakil pemerintah pusat. Hal ini disampaikan Mendagri dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Perangkat Gubernur di Hotel Merusaka Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, kemarin.

Siaran resmi Puspen Kemendagri yang diterima GoNEWS.co di Jakarta menyebut, Tito menegaskan bahwa kewenangan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat merupakan pendelegasian sesuai asas dekonsentrasi. Tito meminta agar kewenangan ini dijaga.

Berita Sebelumnya:   Kemendagri Pandu Pemda Susun APBD 2022

"Ketika kewenangan itu disalahgunakan maka pemerintah pusat dapat mengambil alih kewenangan itu," ujar Mendagri Tito sebagaimana dikutip, Jumat (28/1/2022).

Pengambil alihan kewenangan itu, jelas Tito, sebagai bentuk intervensi dari pemerintah pusat untuk memperbaiki agar stabilitas roda politik di pemerintahan kabupaten/kota dapat terjaga.

Berita Sebelumnya:   Mendagri soal Belanja APBD: Jangan Ditahan!

Adapun penyalahgunaan kewenangan gubernur yang dimaksud, misalnya, berupa kesengajaan memperlambat proses evaluasi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) kabupaten/kota atau mutasi hingga memakan waktu berbulan-bulan. Akibatnya, roda pemerintahan kabupaten/kota tidak berjalan lancar, tidak stabil, hingga berdampak ke masyarakat luas.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan mengungkapkan, Rakortek tersebut dihadiri oleh perwakilan seluruh daerah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, DKI Jakarta, Bali
wwwwww