Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
24 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
6
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jokowi Ingin Mengevaluasi PTM, Begini Respons Komisi IX DPR

Jokowi Ingin Mengevaluasi PTM, Begini Respons Komisi IX DPR
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. (Foto: Istimewa)
Kamis, 03 Februari 2022 15:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai tepat langkah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang meminta ada evaluasi terhadap kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Sudah tepat terhadap keinginan beliau (Presiden Jokowi, red). Terutama tiga provinsi mengevaluasi PTM, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan dan Banten," kata politikus PDI Perjuangan itu kepada wartawan, Rabu (2/2).

Rahmad mengatakan permintaan Jokowi mengevaluasi PTM 100 persen ialah upaya antisipasi menekan penularan Covid-19. Toh, sudah banyak ditemukan klaster penularan Covid-19 di lingkungan sekolah di DKI Jakarta.

"Saya kira jangan terlambat, jangan melakukan suatu retorika," beber legislator Daerah Pemilihan V Jawa Tengah itu.

Rahmad juga mengatakan permintaan evaluasi PTM sudah mendengarkan berbagai pihak.Baca Juga:Geruduk Polres, Massa Minta Habib Yusuf Dibebaskan, Kemudian Minta Maaf

Misalnya, mendengarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Dalam, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, hingga Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler. "Artinya ahli dokter yang mengurusi penyakit pun sudah merekomendasikan untuk evaluasi," beber Rahmad.***

wwwwww