Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Olympic

Soal PCR Lab Resmi Tak Akurat, PAN Minta Kemenkes Tanggung Jawab

Soal PCR Lab Resmi Tak Akurat, PAN Minta Kemenkes Tanggung Jawab
Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 04 Februari 2022 22:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menjelaskan mengenai laboratorium yang beroperasi dan memiliki izin resmi dalam hal keakuratan tes PCR.

Sebelumnya Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo yang menyebut rekannya menjalani tes PCR dan dinyatakan positif COVID-19 di laboratorium yang tergolong baru. Namun kemudian dinyatakan negatif saat tes PCR lagi di lab yang berbeda.

"Sebetulnya yang pertama kali kita pertanyakan adalah ke Kemenkes. Sebab, laboratorium-laboratorium yang beroperasi ada izin resmi dari Kemenkes," kata Ketua Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay kepada awak media, Jumat, (4/2/2022).

Menurut Saleh, merujuk kasus yang dialami rekan Dradjad Wibowo tersebut maka tentu yang harus dimintai pertanggungjawaban Kemenkes. Instansi itu berkewajiban melakukan pengawasan terhadap laboratorium-laboratorium yang ada di Indonesia.

"Apakah betul laboratorium itu sudah bekerja secara profesional seperti yang diamanatkan. Ini penting mengingat laboratorium itu memungut biaya masyarakat. Kalau memungut biaya, lalu masyarakat dirugikan, tentu ini menjadi pertanyaan serius yang harus dijawab Kemenkes," kata Saleh.

Lebih lanjut Anggota Komisi IX DPR RI fraksi PAN itu menegaskan bila laboratorium terkait terbukti secara sengaja memalsukan atau memberikan informasi tidak tepat atau salah maka laboratorium tersebut harus ditutup.

"Selain laboratorium itu tentu mereka harus mempertanggungjawabkan kesalahan itu. Kalau itu sengaja ya. Sengaja menipu orang dan mencari keuntungan dari situ, mereka harus diperiksa oleh Kepolisian," imbuhnya.

Ekonom senior yang juga Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo sebelumnya mengabarkan dirinya melakukan tes PCR lantaran rekannya ada yang dinyatakan COVID-19 pada tanggal 25 Januari 2022 setelah tes PCR.

Dradjad dikabari oleh sahabatnya itu lantaran mereka sebelumnya bertemu dua dari berturut-turut. Mengingat sahabatnya tergolong orang yang disiplin protokol kesehatan, Dradjad memintanya rekannya untuk lakukan tes ulang di laboratorium lama yang terkenal sekaligus menjadi langganannya. Namun ternyata hasil tes PCR yang bersangkutan negatif.

"Saya juga harus tes PCR dan isolasi pisah dari cucu dan keluarga. Ternyata saya negatif karena memang sahabat saya itu negatif. Tadinya saya diam karena berharap skandal di atas hanya kebetulan saja. Namun setelah mendengar ada kejadian serupa, saya merasa wajib bersuara," ujarnya.***

wwwwww