Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Inventarisasi Tantangan dan Peluang Pembangunan di Kalteng

Inventarisasi Tantangan dan Peluang Pembangunan di Kalteng
Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin. (Foto; Istimewa)
Minggu, 06 Februari 2022 13:22 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin melakukan kunjungan kerja (kunker), di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat(4/2/2022). Senator asal Kalimantan Timur (Kaltim) itu mengemukakan maksud kunjungan kerjanya itu demi menginventarisasi berbagai peluang dan tantangan pembangunan di Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Saya datang bersama beberapa anggota DPD lainnya ke Kalteng demi menginvantarisasi berbagai peluang dan tantangan, agar pembangunan di Kalteng bisa maju lebih cepat," katanya.

Mahyudin menegaskan bahwa kepentingan DPD hanyalah memperjuangan kepentingan daerah. Sehingga menurutnya tidak ada lagi kesenjangan antar daerah, maupun antara pusat dan daerah. "Para anggota DPD bekerja demi kepentingan daerah, sehingga tidak ada lagi kesenjangan antar satu daerah dengan daerah lain, atau kesenjangan pusat dan daerah,"katanya.

Selain itu, DPD yang juga memiliki kewenangan pengawasan daerah, menurutnya harus dimanfaatkan oleh para anggita DPD dengan proaktif melakukan pengawasan terhadap daerah. "Seharusnya seluruh anggota DPD itu lebih banyak di daerah dari pada di pusat. Agar bisa melihat kondisi daerah. Makanya kita punya semboyan 'dari daerah untuk Indonesia'," kata Mahyudin.

Untuk mencapai pembangunan di Kalteng yang lebih cepat, Mahyudin pun meminta Pemda Kalteng juga memanfaatkan fungsi pengawasan DPD terhadap daerah. Selain juga memanfaatkan kedudukannya selaku pimpinan DPD untuk menyampaikan kepada pusat.

"Misalnya ada yang kurang dalam pembangunan di Kalteng, seperti pembangunan jembatan, jalan, dan sebagainya, maka sampaikan  kepada para anggota DPD dan saya selaku pimpinan DPD. Pimpinan DPD yang akan menyampaikan kepada kementerian bersangkutan. Lalu akan diawasi komite di DPD, dan bisa memanggil menteri bersangkutan dalam rapat,"katanya.

Pendapat senada disampaikan oleh Muhammad Rakhman, anggota DPD asal Provinsi Kalteng, yang berharap Pemda Kalteng bisa memanfaatkan akses anggota dan pimpinan DPD dalam menyampaikan pengawasan kepada pusat. "Kami memiliki kemudahan akses yang tidak dimiliki orang daerah. Kita bisa langsung menanyakan berbagai masalah pembangunan daerah kepada menteri, dan segera mendapat respon,"katanya.

Kunjungan kerja itu sendiri turut dihadiri oleh beberapa anggota DPD lainnya, antara lain Muhammad Rakhman DPD asal Provinsi Kalimantan Tengah, Fernando Sinaga asal Provinsi Kalimantan Utara, dan Habib Said Abdurrahman asal Provinsi Kalimantan Tengah.***

wwwwww