Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

LaNyalla Berharap Industri Sarung Tenun Desa Wedani Jadi Inspirasi di Jatim

LaNyalla Berharap Industri Sarung Tenun Desa Wedani Jadi Inspirasi di Jatim
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Istimewa)
Minggu, 06 Februari 2022 13:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

SURABAYA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyambut positif dipilihnya Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur, sebagai desa devisa kerajinan sarung tenun di Indonesia.

LaNyalla berharap status ini mampu menyerap tenaga kerja dan mengubah desa miskin menjadi desa yang maju. "Industri apapun di desa sangat berperan penting dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Hal-hal semacam ini harus terus didorong sehingga ekonomi desa bergerak yang pada akhirnya support bagi perekonomian daerah dan nasional," ujar LaNyalla di sela kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Minggu (6/2/2022).

Ia pun berharap, Desa Wedani dapat menginspirasi desa-desa yang lain dalam memaksimalkan potensi yang ada. Sebab pada akhirnya produktivitas dari suatu desa akan kembali pada masyarakat juga. "Semoga Desa Wedani dengan industri kerajinan sarungnya dapat menginspirasi desa-desa lain untuk menjadi lebih produktif dalam menciptakan berbagai produk dan menumbuhkan perekonomian pedesaan," papar dia.

Senator asal Jawa Timur itu juga mendorong pemerintah daerah agar membuka akses pasar yang lebih luas melalui perdagangan antar wilayah dan global. Jika hal itu bisa dicapai maka akan semakin kuat pula ekonomi yang diciptakan industri sarung tenun Desa Wedani.

"Disinilah perlunya terus berkolaborasi dengan sejumlah institusi pusat dan daerah dalam memberikan pendampingan pada aspek kelembagaan, produksi hingga akses pasar, supaya nantinya bisa merambah ke luar negeri," tegasnya.

Sebagai desa devisa, Desa Wedani mampu memproduksi sarung tenun hingga 146.400 lembar perbulannya yang dikerjakan 60 pengrajin. Total keseluruhan serapan tenaga kerja mencapai 1.500 tenaga kerja. "Desa-desa seperti itu merupakan aset yang harus dipelihara dan terus dikembangkan. Saya kira masih banyak desa lainnya yang mempunyai potensi tidak kalah besar. Ini yang perlu digali dan didukung," tuturnya.***

wwwwww