Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Voli

HPN 2022: Sektor Pariwisata Jadi Andalan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2022

HPN 2022: Sektor Pariwisata Jadi Andalan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2022
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (foto: Istimewa)
Selasa, 08 Februari 2022 12:38 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat tumbuh positif 3,69 persen secara year on year dan 5,02 persen pada kuartal IV 2021. Hal ini juga terlihat dari perolehan dari lima sektor utama yang mendorong pertumbuhan.

Di sisi lain, dilihat dari pertumbuhan ekonomi per pulau, terjadi pertumbuhan yang beragam, meski seluruhnya mengalami pertumbuhan yang positif. Hal ini salah satunya disebabkan perbedaan potensi penunjang pertumbuhannya.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dari sejumlah sektor yang mengalami peningkatan, sektor pariwisata dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih. Alasannya, sektor pariwisata paling terdampak dengan adanya covid-19.

Ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi di Bali-Nusa Tenggara yang tercatat tumbuh 0,07 persen year on year atau 1,9 persen di kuartal IV 2022. Pertumbuhan ini terlihat paling kecil diantara pertumbuhan di pulau-pulau lainnya yang tak terlalu bergantung dengan pariwisata.

"Yang berbasis pariwisata itu tumbuhnya masih sangat kecil ini membuktikan sektor pariwisata membutuhkan perhatian lebih, dan ini tergantung penanganan dari penyebaran varian Omicron kedepannya," kata Menko Airlangga dalam webinar peringatan Hari Pers Nasional 2022, Selasa (8/2/2022).

Sementara itu, pertumbuhan tertinggi dicatatkan Maluku-Papua yang tumbuh 10,09 persen secara year on year atau 12,52 persen pada kuartal IV. Kemudian, diikuti Sulawesi dengan tumbuh 5,67 persen yoy dna 7,73 persen pada kuartal IV 2021.

Lalu, pulau Jawa yang tumbuh 3,66 persen yoy dan 4,82 persen pada kuartal IV 2021, lalu Sumatera tumbuh 3,18 persen yoy dengan 4,56 persen pada kuartal IV 2021. Serta, Kalimantan yang tumbuh 3,18 persen yoy dan 4,31 persen pada kuartal IV 2021. "Pertumbuhan tertinggi terlihat di Sulawesi dan Maluku Papua karena ditopang oleh komoditas andalan yakni industri baja dan lainnya," katanya.

"Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada tahun 2021 masih didominasi kelompok Provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhaap PDB sebesar 57,89 persen," imbuh Menko Airlangga.***

wwwwww