Didukung Ulama dan Gusdurian, Yenny Wahid Berpeluang Rebut PKB dari Imin
![]() |
| Yenny Wahid. (foto: Istimewa) |
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sejumlah ulama di Bangkalan Madura meminta Yenny Wahid untuk kembali merebut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang didirikan sang ayah yakni almarhum Aabdurrahman Wahid alias Gus Dur dari tangan Muhaimin Iskandar.
Permintaan agar Yenny Wahid kembali ke PKB terungkap dalam pertemuan silahturahmi dengan keluarga besar keturunan bani Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura pada Jumat (18/2/2022).
Dalam pertemuan kedua keturunan tokoh nasional Syaikhona Kholil dan Almarhum Gusdur melalui jalur KH Hasyim Asyari di kediaman KH Imron Fatah itu mengemuka keinginan para ulama agar Yenny Wahid merebut Ketua Umum PKB dari Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Di mata para ulama keturunan bani Syaikhona Kholil, Yenny Wahid dinilai mampu mengembalikan marwah PKB dijalurnya.
Menanggapi hal tersebut, Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga berpendapat, permintaan para ulama itu tentu akan menjadi modal besar bagi Yenny Wahid untuk memimpin PKB.
"Yenny juga akan mendapat dukungan dari Gusdurian yang memang tidak sejalan dengan Muhaimin Iskandar, yang sekarang Ketua Umum PKB," ujarnya kepada GoNews.co, Selasa (22/2/2022).
Namun demikian, kata Dia, dukungan besar terhadap Yenny tampaknya dari non struktural PKB. Karena saat ini mayoritas DPW dan DPC yang memiliki hak suara merupakan loyalis Muhaimin. "Karena itu, wajar bila Yenny menyebut pintu masuk ke PKB masih sulit. Yenny tampaknya menunggu pintu masuk yang elegan, karena ia sosok yang sangat menghormati demokrasi," tandasnya.
Jadi kata Dia, kendala Yenny untuk memimpin PKB adalah minimnya dukungan dari pemilik hak suara. Yenny akan sulit mempengaruhi DPW dan DPC karena terus dirawat agar tetap loyal kepada Muhaimin. "Memang masih ada celah bagi Yenny untuk mendapat dukungan dari DPW dan DPC kalau ada restu dari kiai berpengaruh. Namun dukungan dari kiai berpengaruh tidak mudah mengingat mereka kerap menjaga jarak dengan.dunia politik," tandasnya.
"Berbeda halnya bila NU menunjukan sikap yang jelas terkait kepemimpinan di PKB. Sikap tersebut bisa jadi mengubah sebagian pemilik suara di PKB untuk memilih Yenny memimpin PKB. Tetapi sikap demikian akan sulit keluar dari pimpinan NU karena mereka ingin menarik garis netral terhadap semua partai politik. NU ingin ada di mana-mana tanpa terlibat politik praktis," pungkasnya.
Sebelumnya, Yenny Wahid sendiri mengaku siap berjuang atas permintaan para ulama itu, meski jalur untuk merebut Ketua Umum PKB saat ini masih tertutup. "Iyah, untuk saat ini, saya rasa kita semua sama-sama tahu, ruang untuk itu (PKB) tidak terbuka. Namun saya akan tetap berjuang untuk kepentingan masyarakat dengan sumber daya yang saya miliki," kata Yenny Wahid saat ditanya kesiapan merebut PKB.
"Kalau ada kesempatan PKB akan kembali ke jalurnya. Sebaliknya bila tetap berbeda dan tidak cocok saya akan tetap berjuang untuk masyarakat," tandas Yenny.***
| Kategori | : | Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta |













