Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jika PBNU Dukung Yenny Wahid, Kelar Sudah Cak Imin Mimpin PKB

Jika PBNU Dukung Yenny Wahid, Kelar Sudah Cak Imin Mimpin PKB
Puteri mendiang Presiden Gus Dur, Yenny Wahid. (Foto: Istimewa)
Selasa, 22 Februari 2022 16:28 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Posisi Abdul Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dinilai sangat rawan.

Bukan soal ambisinya ingin menjadi calon Presiden di 2024, tapi faktor munculnya dukungan para ulama terhadap Yenny Wahid, membuat posisinya terancam.

Demikian penilaian itu dikemukakan Pakar Politik Jerry Massie kepada Wartawan, Selasa (22/2/2022) di Jakarta.

"Saya rasa jika ulama sudah meminta Yenny Wahid mengambil alih PKB, artinya ada keresahan serius terhadap kepemimpinan Muhaimin di Partai yang Ia rebut dari keluarga Gus Dur," ujarnya.

"Memang bagus Cak Imin out, lantaran dia mengambil partai ini dari Gus Dur. Bukan dia kan pendirinya," tegasnya.

Yenny Wahid menurut Jerry, sangat tepat memimpin PKB. Keteladanan dan kemampuan Yenny menurutnya tidak bisa diragukan lagi. "Apalagi kalau Ketua PBNU mendukung Yenny, maka selesai sudah nasib Cak Imin. Saya kira Yenny Wahid ini sangat cocok memimpin PKB seperti PDIP yang dipimpin Megawati," urainya.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) itu juga melihat, Cak Imin sendiri sebagai Ketua Umum terlihat sangat arogan. "Saya melihat ada sisi arogansi dari Cak Imin. Contohnya saat dia memecat dua Sekjennya yakni Lukman Edy dan Abdul Kadir Karding. Iya susah kalau pemimpin partai arogan," tukasnya.

"Dan perlu diingat pengaruh Gus Dur di NU dan PKB cukup besar, awalnya saya kira Cak Imin justeru akan di goyang di basis PKB Jawa Timur, daerah yang dikenal sebagai pengikut mendiang Presiden Gus Dur," pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga berpendapat, permintaan para ulama di Madura, akan menjadi modal besar bagi Yenny Wahid untuk memimpin PKB.

"Yenny juga akan mendapat dukungan dari Gusdurian yang memang tidak sejalan dengan Muhaimin Iskandar, yang sekarang Ketua Umum PKB," ujarnya kepada GoNews.co, Selasa (22/2/2022).

Namun demikian, kata Dia, dukungan besar terhadap Yenny tampaknya dari non struktural PKB. Karena saat ini mayoritas DPW dan DPC yang memiliki hak suara merupakan loyalis Muhaimin. "Karena itu, wajar bila Yenny menyebut pintu masuk ke PKB masih sulit. Yenny tampaknya menunggu pintu masuk yang elegan, karena ia sosok yang sangat menghormati demokrasi," tandasnya.

Jadi kata Dia, kendala Yenny untuk memimpin PKB adalah minimnya dukungan dari pemilik hak suara. Yenny akan sulit mempengaruhi DPW dan DPC karena terus dirawat agar tetap loyal kepada Muhaimin. "Memang masih ada celah bagi Yenny untuk mendapat dukungan dari DPW dan DPC kalau ada restu dari kiai berpengaruh. Namun dukungan dari kiai berpengaruh tidak mudah mengingat mereka kerap menjaga jarak dengan.dunia politik," tandasnya.

"Berbeda halnya bila NU menunjukan sikap yang jelas terkait kepemimpinan di PKB. Sikap tersebut bisa jadi mengubah sebagian pemilik suara di PKB untuk memilih Yenny memimpin PKB. Tetapi sikap demikian akan sulit keluar dari pimpinan NU karena mereka ingin menarik garis netral terhadap semua partai politik. NU ingin ada di mana-mana tanpa terlibat politik praktis," paparnya.

Sebelumnya, Yenny Wahid sendiri mengaku siap berjuang atas permintaan para ulama itu, meski jalur untuk merebut Ketua Umum PKB saat ini masih tertutup. "Iyah, untuk saat ini, saya rasa kita semua sama-sama tahu, ruang untuk itu (PKB) tidak terbuka. Namun saya akan tetap berjuang untuk kepentingan masyarakat dengan sumber daya yang saya miliki," kata Yenny Wahid saat ditanya kesiapan merebut PKB.

"Kalau ada kesempatan PKB akan kembali ke jalurnya. Sebaliknya bila tetap berbeda dan tidak cocok saya akan tetap berjuang untuk masyarakat," tandas Yenny.***

wwwwww