Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Basket

Sejumlah Langkah Ditempuh Bank Sentral Rusia Hadapi Sanksi Barat, Termasuk Lanjut Membeli Emas

Sejumlah Langkah Ditempuh Bank Sentral Rusia Hadapi Sanksi Barat, Termasuk Lanjut Membeli Emas
Ilustrasi Bank Sentral Rusia. (foto: ist./reuters)
Senin, 28 Februari 2022 09:47 WIB
JAKARTA - Bank sentral Rusia mengumumkan sejumlah langkah untuk mendukung pasar domestik, mengelola dampak sanksi keras Barat selama akhir pekan di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Demikian pengumuman otoritas, Minggu.

Lansiran Antara yang dikutip GoNEWS.co Senin (28/2/2022) menyebut, diantara sejumlah langkah yang akan ditempuh Bank Sentral adalah; melanjutkan pembelian emas di pasar domestik, meluncurkan lelang pembelian kembali tanpa batas dan mengurangi pembatasan posisi mata uang asing terbuka bank, meningkatkan jangkauan sekuritas yang dapat digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman dan memerintahkan pelaku pasar untuk menolak tawaran klien asing untuk menjual sekuritas Rusia.

Langkah-langkah itu dilakukan setelah sekutu Barat memblokir bank-bank tertentu dari sistem pembayaran internasional SWIFT pada Sabtu (26/2/2022), sebagai bentuk sanksi. Serangkaian sanksi baru kemungkinan akan memberikan pukulan telak bagi ekonomi Rusia dan mempersulit bank-bank dan perusahaan-perusahaan Rusia untuk mengakses sistem keuangan internasional. Rubel jatuh hampir 30 persen ke level terendah sepanjang masa terhadap dolar pada Senin.

Saat ini, warga Rusia harus mengantre panjang di ATM karena khawatir kekurangan uang tunai dan mengganggu pembayaran.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Basket, DKI Jakarta
wwwwww