Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Luhut Diduga Biang Kerok Penundaan Pemilu, Ini Sindiran Telak Jerry Massie

Luhut Diduga Biang Kerok Penundaan Pemilu, Ini Sindiran Telak Jerry Massie
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Istimewa)
Rabu, 02 Maret 2022 14:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Otak di balik usulan penundaan Pemilu Serentak 2024 diduga berada di lingkaran dalam pemerintah, dan telah mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

Informasi yang beredar di masyarakat ini menyebut nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, berkomunikasi dengan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang lantang menggaungkan wacana penundaan pemilu.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie yang menerima informasi keterlibatan Luhut dalam kampanye penundaan pemilu, menduga ada kongkalikong terstruktur antara lingkaran istana dengan sejumlah ketua umum partai politik yang mendukung wacana ini.

Berdasarkan informasi yang didapat Jerry, Luhut seolah menjadi biang dari kampanye penundaan pemilu. Hanya saja, dia melihat mantan Menko Polhukam itu menggunakan lidah ketum parpol untuk menyampaikannya ke publik.

Pasalnya, Jerry mendengar bahwa Zulhas mengaku diundang oleh Luhut untuk membicarakan khusus soal penundaan pemilu. Dalam momen itu, Luhut meminta Ketum PAN itu untuk menyampaikan ke publik.

"Bang Luhut, teknik 'cari orang bermasalah sehingga bisa jadi kerbau yang diikat hidungnya' sudah kuno dan sangat merusak demokrasi, melawan konstitusi, dan amanah demokrasi," ujar Jerry, Rabu (2/3/2022).

Meski begitu, Jerry mengingatkan mengingatkan pembelajaran yang diberikan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yang juga dianggap sebagai guru bangsa oleh Luhut. "Sudahlah, ingat, Gus Dur yang ajarkan keadilan dan demokrasi," pungkasnya.***

wwwwww