Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis All England 2022

Pebulu Tangkis Indonesia Diminta Tunjukkan Semangat Nilai Olimpiade

Pebulu Tangkis Indonesia Diminta Tunjukkan Semangat Nilai Olimpiade
Raja Sapta Oktohari (Foto: NOC Indonesia)
Selasa, 15 Maret 2022 21:36 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia),  Raja Sapta Oktohari meminta pebulu tangkis Indonesia dapat menunjukkan semangat nilai-nilai Olimpiade di Turnamen Bulutangkis All England 2022. Turnamen bulu tangkis tertua dan prestius ini diharapkan dapat menjadi pijakan sukses mereka dalam merajut prestasi menuju agenda-agenda olahraga 2022 ke depan.

Okto, sapaan Raja Sapta, meminta atlet-atlet bulu tangkis Indonesia fokus membawa pulang gelar presistisius ke Indonesia. All England 2022 akan berlangsung di Utilita Ardna Birmingham, Inggris, 16-20 Maret 2022.

“Kita tahu pengalaman tahun lalu tak mengenakan hati, tetapi saya harap atlet-atlet memiliki jiwa kstaria. Ini moment tepat membuktikan kepada dunia, bahwa atlet kita tak sekadar unggul di lapangan. Tapi, jiwa mereka juga tertanam kokoh olympic values atau nilai-nilai Olimpiade, yakni excellence, friendship, dan respect,” kata Okto, Selasa (15/03).

Tahun lalu, atlet-atlet Indonesia dipaksa mundur dari turnamen karena berada dalam satu pesawat dengan pasien terinfeksi Covid-19 dalam penerbangan dari Istanbul (Turki) menuju Birmingham. Berdasarkan regulasi National Health Service (NHS), para pemain masuk dalam kategori close contact (kontak erat) sehingga perlu menjalani karantina 10 hari dan BWF tidak mengizinkan pemain Indonesia tampil pada hari kedua turnamen.

Keputusan tersebut membuat Marcus Fernaldi Gideon, ganda putra pasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo, mempertanyakan kebijakan tersebut. Sebab, ia telah bermain di babak pertama setelah menjalani tes PCR dengan hasil negatif. Selain itu, BWF dan Panitia All England juga tidak memberlakukan tes ulang kepada atlet Merah Putih, sebagaimana yang terjadi dengan pemain Denmark, India, dan Thailand yang sempat diketahui positif Covid-19.

Mengetahui kejadian tersebut, NOC Indonesia turun tangan. Terlebih dalam Poin 2.5 Olympic Charter (Piagam Olimpiade) menekankan NOC mengambil aksi melawan segala tindakan diskriminasi dan kekerasan di olahraga.

“Kepentingan NOC Indonesia cabor dan atlet. Insiden All England tentu menjadi catatan kami. BWF sudah meminta maaf, bahkan Presiden BWF (Poul-Erik Hoyer Larsen) menyampaikan Indonesia memiliki arti penting baginya, dan kami membicarakan hal yang lebih besar untuk kemajuan bulu tangkis dan olahraga Indonesia,” kata Okto.

Indonesia menurunkan kekuatan terbaik di All England 2022. Sembilan wakil yaitu tunggal putra Anthony Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung, dan ganda putra Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, serta ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari.

“Saya gembira karena atlet kita Jonatan yang sebelumnya sempat positif di German Open, kini sudah negatif dan bisa tampil di All England. Semoga semua atlet selalu dalam keadaan bugar dan sehat dan dapat mengibarkan bendera Merah Putih dan mengumandangkan Indonesia Raya di Birmingham,” terang Okto. ***

wwwwww