Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Voli

Wapres Dorong Eksistensi BMW dan Optimalisasi Potensi Zakat

Wapres Dorong Eksistensi BMW dan Optimalisasi Potensi Zakat
Wapres Ma'ruf Amin saat meninjau stan nasabah BWM dan produk KUR di halaman Universitas Muhammadiyah Metro, Jalan Ki Hajar Dewantara Nomor 116, Kota Metro, Lampung, 2021 lalu. (foto: dok. ist./setwapres)
Kamis, 24 Maret 2022 16:48 WIB
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mendorong agar Badan Makaf Mikro (BWM) sebagai ekosistem pengembangan keuangan syariah tak berhenti pada penyediaan modal bagi masyarakat kecil yang sulit mengakses lembaga keuangan formal. Demikian Ia sampaikan di tengah peresmian Bank Wakaf Mikro (BWM) Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan DKI Jakarta, Kamis (24/3/2022).

"BWM juga ditujukan untuk memberdayakan komunitas dengan pola pendampingan serta mendorong pengembangan dana sosial Islam melalui optimalisasi potensi zakat dan wakaf," kata Wapres sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari pernyataan resmi.

Wapres menyebutkan, lembaga-lembaga seperti BWM ini merupakan instrumen untuk mengembangkan ekosistem ekonomi syariah yang manfaat eksistensinya harus didukung dengan keberadaan para pelaku usahanya dan kegiatan bisnisnya.

"Jadi lembaga-lembaga itu adalah merupakan semacam busnya, sedangkan para pelaku usaha itu adalah penumpangnya, busnya banyak penumpangnya tidak ada, ini tidak efektif karena itu juga kita kembangkan. Itu merupakan ekosistem yang terus kita kembangkan," papar Wapres.

Wapres juga mendorong agar ada gerakan partisipatif dari para donatur baik perorangan maupun lembaga untuk tumbuh kembang BWM. Pasalnya, "BWM ini sumber dananya seperti tadi dikatakan, dari para donatur baik perorangan maupun lembaga atau juga instansi seperti DKI."

Lebih jauh, Wapres menyatakan, wakaf dan zakat di Indonesia memiliki potensi yang besar, sayangnya realisasinya masih kecil. Riset gabungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan berbagai lembaga menyebutkan, potensi zakat 2020 mencapai Rp327,6 triliun namun realisasinya baru mencapai Rp71,4 triliun atau sekitar 21,7%. Bahkan, berdasarkan Indikator Pemetaan Potensi Zakat (IPPZ), per tahun 2019 tercatat potensi zakat Indonesia senilai Rp233,8 triliun. Data Outlook Zakat Indonesia 2021 menyebut, potensi zakat Indonesia pada tahun 2020 mencapai Rp327,6 triliun.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww