Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Voli

Jokowi: Bodoh Sekali, Kita Punya Anggaran Modal Rp526 Triliun Malah Beli Impor

Jokowi: Bodoh Sekali, Kita Punya Anggaran Modal Rp526 Triliun Malah Beli Impor
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (foto: Istimewa)
Jum'at, 25 Maret 2022 20:04 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) jengkel kepada para jajarannya lantaran tidak menggunakan produk dalam negeri. Padahal belanja pemerintah pusat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp526 triliun, sedangkan pemerintah daerah Rp535 triliun dan BUMN yaitu Rp420 triliun.

"Cek yang terjadi, sedih belinya barang-barang impor semua. Padahal kita memiliki pengadaan barang dan jasa anggaran modal pusat itu Rp526 Triliun. (Anggaran) Daerah, pak gub/wali/bupati Rp535 Triliun, lebih gede daerah. Sekali lagi saya ulang pusat Rp526 T, daerah Rp535 T. BUMN jangan lupa saya detailkan lagi Rp420 Triliun, ini duit gede banget, besar sekali. Enggak pernah kita lihat," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIM), kepala daerah, dan direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Nusa Dua, Bali, Jumat (25/3).

"Ini kalau digunakan, kita tidak usah muluk-muluk, dibelokkan 40 persen bisa men-trigger pertumbuhan ekonomi kita yang pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa 1,5-1,7 persen dan BUMN 0,4 persen. Ini kan 2 persen lebih," sambungnya.

Malah, ia menilai tak perlu mencari duit kemana-mana, termasuk investor. "Tidak usah cari ke mana-mana. Tidak usah cari investor. Kita konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik dan UMKM kita," tambahnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan kepada para seluruh jajarannya bodoh sekali jika pemerintah tidak membeli produk dalam negeri. Sebab, jika dilakukan hal itu akan meningkatkan pendapatan negara.

"Bodoh sekali kita tidak melakukan ini. Malah beli barang-barang impor. Mau kita teruskan? enggak-enggak bisa. Kalau kita beli barang impor bayangkan bapak ibu kita beri pekerjaan ke negara lain duit kita capital outflow keluar pekerjaan ada di sana bukan di sini coba kita belokkan semua ke sini," bebernya.

Dia membeberkan dengan membeli produk dalam negeri bisa meningkatkan investasi. Bukan cuma itu, dia juga yakin akan membuka lapangan pekerjaan. "Bisa membuka 2 juta lapangan pekerjaan, kalau ini tidak dilakukan sekali lagi bodoh banget kita ini," imbuhnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww