Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Olympic

Mantan Staf Khusus Menkes Minta Poilsi Usut Beredarnya Video Pembacaan Rekomendasi Pemecatan Dokter Terawan

Mantan Staf Khusus Menkes Minta Poilsi Usut Beredarnya Video Pembacaan Rekomendasi Pemecatan Dokter Terawan
Brigjen TNI (purn) dr. Jajang Edy Prayitno. (Istimewa)
Rabu, 30 Maret 2022 22:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Staf Khusus Menteri Kesehatan era Terawan Agus Putrato, Brigjen TNI (purn)  dr. Jajang Edy Prayitno, meminta polisi mengusut segera  beredarnya video pembacaan rekomendasi pemberhentian dokter Terawan  sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI),  di media sosial.

“Kami minta polisi segera mengusut dan menggali motif unggahan video tersebut yg telah menumbulkan keonaran terkait dengan kasus ini, termasuk apakah ada motif untuk mencoreng dan mencemarkan nama baik dokter Terawan,” kata Jajang, di Jakarta, Kamis, 30 Maret 2022.

Dalam video amatir berdurasi 1.30 detik yang beredar itu, tampak pembacaan rekomendasi pemberhentian dokter Terawan pada sidang khusus Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dalam Muktamar ke-31 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) di Banda Aceh, Aceh, Jumat, 25 Maret 2022.

Jajang mempertanyakan, sidang khusus MKEK semestinya berlangsung tertutup tetapi mengapa sampai bisa tersebar rekaman video sidang tersebut.

“Apa tujuan penyebaran video itu? Untuk mempermalukan dokter Terawan atau sengaja merusak nama baik IDI sendiri?” ujarnya.

Jajang mendesak agar pihak kepolisian juga memeriksa kemungkinan adanya oknum anggota IDI ikut mengunggah video tersebut di sosial medianya.

“Untuk itu sekali lagi diharapkan agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas penyebaran video tersebut dan menangkap pelakunya yg telah menimbulkan keonaran dan kegaduhan dimasyarakat serta telah mencemarkan nama baik dokter Terawan Agus Putranto." ***

wwwwww