Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
24 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
5
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Olympic

WKTS, Sensasi Nyeruput Kopi di Tepi Sungai Meruyung Depok

WKTS, Sensasi Nyeruput Kopi di Tepi Sungai Meruyung Depok
Suasana Warung Kopi Tepi Sungai. (Foto: via ig/@warung_kopi_tepi_sungai)
Kamis, 31 Maret 2022 13:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Budaya minum kopi atau 'Ngopi' merupakan tardisi bagi masyarakat Indonesia. Sejatinya, budaya 'ngopi' di Indonesia tidak akan ada jika Belanda tidak menjajah Indonesia.

Kala itu, VOC membawa kopi jenis Arabika dari Malabar, India untuk dibudidayakan di Indonesia. Hal ini dilakukan Belanda sebagai upaya menghentikan monopoli perdagangan kopi oleh Arab. Kopi pertama kali dibudidayakan di Batavia (Jakarta) dan selanjutnya menyebar ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, dan Sulawesi. Kala itu, Belanda sempat menjadi monopolis kopi di dunia dengan pusat produksi di Jawa sehingga satu cangkir kopi sering disebut sebagai cup of java.

Dan akhirnya, budaya ngopi pun hingga saat ini masih dipertahankan masyarakat Indonesia dari Aceh hingga Papua. Saat ini ngopi bukan cuma budaya, tapi sudah seperti menjadi kebutuhan. Ngopi di warung atau di Kafe memang jadi pilihan pas buat melepas penat dari hiruk pikuk kota. Kongkow bareng temen di kafe sembari ngobrol ringan jadi penyegar jiwa.

Apalagi ditambah suasana ngafe yang sejuk seperti di Warung Kopi Tepi Sungai di Meruyung, Limo Kota Depok yang bergaya rustic Japanese. Rustic sendiri diartikan sebagai gaya dekorasi yang tua dan berkarat.

GoNews.co Suasana Warung Kopi Tepi Sunga
Suasana Warung Kopi Tepi Sungai. (Foto: via ig/@warung_kopi_tepi_sungai)

Kafe ini berada tepat di tepi sungai Pesanggrahan Depok yang masih tergolong alami. Suasananya sangat bersahabat dengan alam, mulai dari bunyi kokok ayam, kicau burung di dahan pohon, hingga semilir angin yang mengembus di sela-sela daun. Ditambah suara gemericik air sungai yang lembut.

Saat malam, bunyi kodok kadang terdengar sehingga menambah suasana ala pedesaan. Nuansa kayak gini yang bikin menikmati kopi jadi makin betah. Apalagi sambil hangout dan ngobrol santai bareng sahabat dan kolega kerja.

GoNews.co Suasana Warung Kopi Tepi Sunga
Suasana Warung Kopi Tepi Sungai. (Foto: via ig/@warung_kopi_tepi_sungai)

Rustic Japanese, inilah kesan pertama saat Teman Traveler masuk ke kafe ini. Gaya ruangan outdoor dan indoor masih sangat jadul dengan menggunakan kursi dan meja tua bak ruang tunggu rumah sakit kuno. Dekorasi ruangannya mengandalkan tetumbuhan merambat dan juga pohon-pohon pendek.

Bagian tempat duduk yang dekat dengan sungai diberi payung. Ada pula area makan yang tempat duduknya terbuat dari kayu. Dominasi warna yang coba ditampilkan adalah putih usang dan coklat warna kayu. Bagi pecinta gaya lawas atau kuno, kafe ini cocok banget untuk dijadikan tempat recharge diri dan juga spot unik untuk berfoto. Warung Kopi Tepi Sungai berlokasi di Jalan Swadaya 1 No. 17, Sawangan Lama, Depok. Mulai buka sejak pukul 13.00 – 00.00 WIB.***

wwwwww