Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
21 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Olympic

Viral, Surat Catut Nama Ali Ngabalin Minta Rp800 Juta ke Wali Kota Cirebon

Viral, Surat Catut Nama Ali Ngabalin Minta Rp800 Juta ke Wali Kota Cirebon
Surat mencatut nama Ngabalin viral di medsos. (Foto: Istimewa)
Selasa, 05 April 2022 22:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Viral sebuah surat yang catut nama Ali Ngabalin tenaga ahli utama kepala staf Kepresidenan meminta sumbangan ke Wali Kota Cirebon.

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis mengakui menerima surat yang catut nama Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP). Surat yang catut Ali Ngabalin tersebut berisi permintaan sumbangan untuk santunan anak yatim. Tertera tandatangan dengan nama Ali Ngabalin dan stempel ‘KSP’.

Tidak tanggung-tanggung, panitia dalam surat itu minya Wali Kota Azis sumbangan sebesar Rp800 juta. Alasannya kekurangan dana untuk santunan anak yatim. Sumbangan untuk santunan anak yatim itu rencananya akan dibagikan Presiden Joko Widodo dalam momen bulan suci Ramadhan.

"Saya baru baca suratnya dua hari lalu," ungkap Azis usai menghadiri tarawih silaturahim di Masjid Al-Kautsar komplek Balaikota Cirebon, Senin malam, 4 April 2022.

Nashrudin Azis tak perlu berpikir panjang. Ia dapat memastikan bahwa surat permintaan sumbangan itu palsu. Ulah oknum yang hendak menipu dengan mencatut Ali Ngabalin. "Saya yakin ini bukan perbuatannya Pak Ali Ngabalin. Jadi tidak perlu saya konfirmasi," katanya.

Sementara, setelah membaca surat tersebut, Nashrudin Azis tidak menghiraukannya. Sebab, ia sudah bisa memastikan, surat itu upaya penipuan. Sementara itu, Ali Ngabalin sendiri di Jakarta telah mengklarifikasi bahwa surat yang mencatut namanya itu adalah palsu. Ia tak pernah menerbitkan surat tersebut.***

wwwwww