Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Bupati Pegunungan Bintang Papua Harap Fasilitas Olahraga Bekas PON Dimanfaatkan dengan Gelaran Event Tahunan

Bupati Pegunungan Bintang Papua Harap Fasilitas Olahraga Bekas PON Dimanfaatkan dengan Gelaran Event Tahunan
Bupati Pegunungan Bintang Papua, Yan Bidana. (Foto: Kemenpora)
Rabu, 06 April 2022 18:15 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Bupati Pegunungan Bintang Papua, Yan Bidana berharap fasilitas atau infrastruktur olahraga yang dibangun saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 di empat lokasi yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Mimika bisa dimanfaatkan dengan gelaran event tahunan.

Harapan ini disampaikan Yan Bidana usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali di Gedung Graha Kemenpora, Senayan Jakarta Pusat, Rabu (6/4) pagi.

"Bahwa di Jayapura, Merauke dan Mimika sudah dibangun fasilitas Olahraga bersamaan dengan PON Papua, harapan saya supaya ada event tahunan, disamping memelihara fasilitas tapi juga mengembangkan prestasi kita, anak-anak papua sehingga dia bisa fokus dan generasi membangun Papua," harapnya.

Sementara terkait Pegunungan Bintang, Yan Bidana berharap wilayahnya juga memiliki fasilitas dan infrakstruktur olahraga yang lengkap dibangun. Hal ini juga sebagai soft diplomasi dengan negara tetangga yakni Papua Nugini.

"Harapan saya khususnya di Pegunungan Bintang ini dibangun fasilitas olahraga karena olahraga pendekatannya soft diplomasi antara pemerintah Papua Nugini dengan kita karena kami ini bersaudara," katanya.

Saya ini, kata dia pihaknya sudah membangun Perguruan Tinggi, sehingga diharapkan ada interaksi antara peguruan tinggi dengan olahraga.

Selain itu, dengan adanya sarana dan prasarana olahraga yang lengkap maka pemuda setempat bisa ambil bagian yang postif dalam pengembangan dirinya terutama dalam memajukan bangsa di bidang olahraga

"Kabupaten Pegunungan Bintang tidak ada sarana olahraga. Tapi PON kemarin hampir semua cabor ikut berkontribusi atletnya, termasuk tinju. Tinju kita sampai tingkat nasional nasional tapi lima tahun ini tidak diurus sehingga harapan saya dengan sarana olahraga bisa bangkit lagi," harapnya.

Dalam kesempatan ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali menyampaikan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur olahraga di Kabupaten Pegunungan Bintang. Sebab, hal itu sejalan dengan rencana Gubernur Papua untuk menjadikan Papua provinsi olahraga.

Menurut Menpora Amali, Papua merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak talenta dan bakat olahraga. Namun masih sangat kekurangan fasilitas olahraga. Dengan demikian, Kemenpora akan mengupayakan membantu berkoordinasi dengan lintas kementerian termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sebab, sejak tahun 2019 yang lalu untuk pembangunan infrastruktur olahraga yang berupa bangunan fisik menjadi kewenangan Kementerian PUPR. "Kita tahu kabupaten Pegunungan Bintang ini berbatasan langsung dengan negara tetangga Papua Nugini. Maka, perlu bagi kita untuk menyediakan sarana untuk olahraga, baik pengembangan untuk kepemudaan maupun talenta dan bakat disana. Supaya mereka ada kegiatan dan sekaligus menjadi hiburan untuk masyarakat. Mudah-mudahan harapan Pak Bupatin dan masyarakat Pegunungan Bintang bisa terealisasi," harapnya. ***

wwwwww