Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Voli

Presiden Republik Indonesia: Ekonomi Bergejolak, Kenaikan Harga-Harga Sulit Dihindari

Presiden Republik Indonesia: Ekonomi Bergejolak, Kenaikan Harga-Harga Sulit Dihindari
Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 5 April 2022. (gambar: tangkapan layar video ist./setkab)
Rabu, 06 April 2022 22:18 WIB
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, kemarin mengungkapkan, situasi ekonomi saat ini bukanlah situasi yang mudah. Fiskal dan moneter Indonesia sangat dipengaruhi oleh ekonomi global yang sedang bergejolak, utamanya yang berkaitan dengan kenaikan inflasi hampir di semua negara.

"Amerika inflasinya saat ini sudah di angka 7,9 yang biasanya di bawah 1. Di Uni Eropa juga sudah masuk ke angka 7,5 persen yang biasanya juga kira-kira hanya di angka 1. Turki sudah di angka 54 persen," kata Kepala Negara sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari siaran Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Rabu (6/4/2022).

Presiden menyadari, jajarannya telah berupaya menahan agar inflasi tinggi di berbagai negara tersebut tidak berdampak signifikan di dalam negeri, tapi rupanya berbagai kenaikan tak bisa dihindari.

"Kira sudah kita tahan-tahan agar tidak terjadi kenaikan tetapi saya kira situasi memang tidak memungkinkan. Nggak mungkin kita tidak menaikkan yang namanya BBM, gak mungkin," kata Jokowi sembari menyinggung kenaikan harga Pertamax yang terjadi beberapa waktu lalu.

Tak hanya energi, kenaikan terjadi di sektor pangan. Karenanya, presiden meminta agar jajarannya memiliki kesadaran dan kewaspadaan tinggi atas situasi ekonomi saat ini. Dua sektor tersebut, yakni energi dan pangan harus sangat menjadi perhatian.

"Setiap hari, setiap minggu, harus dihitung terus. Harus selalu dirapatkan dan konsolidasikan agar tidak keliru dalam mengambil keputusan," titah presiden.

Saat ini, kata presiden, selain rakyat di hampir semua negara sudah mengalami kenaikan harga komoditas,. "Rakyat kita juga mulai merasakan dampaknya dari kenaikan inflasi, energi dan kenaikan harga bahan pangan,".

"Barang-barang kebutuhan pokok juga sudah mulai naik, hati-hati utamanya masalah ketersediaan pasokan pangan maupun energi. Apalagi ini menjelang lebaran," kata presiden.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi menegaskan kepada seluruh anggota kabinet dan kepala lembaga yang hadir, kebijakan yang diambil itu harus benar-benar tepat dan menunjukkan sensitivitas tehadap kesulitan rakyat

"Sikap-sikap kita, kebijakan-kebijakan kita harus memiliki sense of crisis. Harus sensitif terhadap kesulitan-kesulitan rakyat. Jangan sampai kita dianggap oleh rakyat, tidak melakukan apa-apa. Tidak ada statement, tidak ada komunikasi," tegas presiden.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww