Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Mukhtarudin: Kolaborasi Jadi Kunci Kejar Target Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari di 2030

Mukhtarudin: Kolaborasi Jadi Kunci Kejar Target Produksi Minyak 1 Juta Barel per Hari di 2030
Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 08 April 2022 19:04 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Komisi VII DPR RI mendesak Dirut Utama Pertamina untuk meningkatkan kinerja operasional hulu, agar produksi minyak nasional dapat terus ditingkatkan guna mendukung target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per day (Bpod) pada tahun 2030.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Dirut Utama Pertamina (Persero), Rabu, (6/3/2022).

Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mengatakan untuk mencapai target produksi minyak bumi 1 juta barel tersebut, upaya yang dilakukan adalah optimasi produksi dan melakukan inovasi produk untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri.

"Jadi, kolaborasi menjadi faktor kunci guna mengejar target produksi minyak satu juta barel per hari dan gas 12.000 juta kaki kubik per hari pada 2030," kata Mukhtarudin, Jum’at, (8/3/2022).

Mengingat, lanjut Mukhtarudin, konsumsi energi akan terus meningkat, sehingga ketahanan energi yang merupakan kepentingan nasional, perlu terus diupayakan agar bisa tercapai. Salah satu sumber pasokan energi Indonesia ke depan tersebut adalah berasal dari minyak dan gas bumi.

"1 Juta barel per hari bisa terpenuhi asalkan, pengeboran sumur pengembangan dan eksplorasi dilakukan secara masif," tutur Mukhtarudin.

Diketahui sebelumnya Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Arief Budiman mengatakan PT Pertamina Hulu Energi telah menargetkan produksi 1 juta barel minyak dan gas (migas) per hari.

Target tersebut meningkat dari tahun lalu, 897 ribu barel migas per hari. "Untuk tahun 2022 kami melakukan program yang lebih masif dan lebih besar lagi, target produksi kita akan meningkat hampir 15 persen dengan total produksi menjadi 1.047.000 barrel oil equivalent per day," kata Arief Budiman.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan melancarkan beberapa program strategis seperti menggali sumur pengembangan lebih banyak hingga 813 dan sumur eksplorasi 29.

"Jumlah sumur pengembangan yang akan kami bor meningkat lebih dari 2 kali dimana tahun lalu 350 sumur dan tahun ini akan capai 813 sumur. Sumur eksplorasi juga akan meningkat lebih dari dua kali dari 12 menjadi 29 sumur," ucap Arief.***

wwwwww