Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Hadirkan Fitur Complain in Apps, BRImo Beri Kemudahan kepada Nasabah Jika Ada Masalah

Hadirkan Fitur Complain in Apps, BRImo Beri Kemudahan kepada Nasabah Jika Ada Masalah
Sabtu, 23 April 2022 14:39 WIB
JAKARTA – Industri perbankan berlomba-lomba untuk menghadirkan layanan perbankan digital yang terbarunya, salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI yang terus melakukan inovasi terdepan di tengah era digital yang semakin maju. Salah satunya adalah pengembangan BRImo, sebagai Super Apps BRI yang hadir untuk membantu nasabah dalam melakukan beragam aktivitas perbankan.

Dengan BRImo, hanya dari genggaman tangan, nasabah dapat membuka rekening, mendaftar internet banking finansial, transfer, pembayaran, pembelian, investasi, hingga pencatatan keuangan.

Terbaru, BRImo menghadirkan fitur yang memberikan kemudahan bagi nasabah jika terjadi kendala dalam bertransaksi BRI bernama Complain in Apps. Fitur tersebut dapat digunakan untuk mengajukan pengaduan atas kegagalan transaksi yang dialami oleh nasabah secara self service.

Pengaduan secara detail dapat dilakukan di aplikasi BRImo yang terintegrasi dengan system ticketing sehingga akan ditindaklanjuti secara langsung. Saat ini setidaknya terdapat lima jenis pengaduan yang dapat dilayani, yaitu gagal transfer, gagal pembelian pulsa, gagal tarik tunai, gagal pembayaran tagihan, dan gagal top up dompet digital.

Melalui fitur tersebut, nasabah tidak perlu menelepon ke Contact BRI maupun datang ke kantor BRI. Selain itu, nasabah juga dapat memonitor penyelesaian pengaduan melalui status dari pengaduan yang telah diajukan. Di dalam fitur ini, sudah tersedia informasi seputar layanan perbankan seperti cara enable/disable kartu, informasi aplikasi BRI Credit Card Mobile, informasi aplikasi CERIA dan informasi aplikasi Internet Banking Web.

Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengungkapkan bahwa nasabah BRI dapat memanfaatkan fitur pusat bantuan yang ada pada aplikasi BRImo jika terjadi kendala dalam transaksi. “Fitur ini kami hadirkan sebagai wujud komitmen BRI kepada nasabah untuk memberikan pelayanan yang terbaik dengan mudah, aman dan efisien,” ungkapnya.

Cara ini diyakini lebih mudah dan efisien karena nasabah tidak perlu lagi datang ke Kantor Cabang atau mengeluarkan pulsa untuk menghubungi contact center. Selain itu, data nasabah juga terjamin keamanannya di dalam aplikasi karena terdapat program data privacy.Untuk kemudahan bertransaksi di bulan Ramadan, BRI menyediakan berbagai promo bagi nasabah yang dapat dilihat di aplikasi BRImo. Nasabah yang belum menggunakan BRImo, dapat mengunduh aplikasi melalui Google Play Store, App Store, dan Huawei Apps Gallery atau melalui link s.id/DownloadBRIMO .

Transformasi digital yang dilakukan BRI pun menuai hasil positif. Hal ini digambarkan dari kinerja sektor digital BRI yang tumbuh pesat, salah satunya didorong oleh BRImo. Tercatat sampai dengan Maret 2022, sebanyak 16,1 juta pengguna BRImo telah menggunakan BRImo dengan laju transaksi finansial mencapai 313,88 juta. Angka ini tumbuh 238% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (year-on-year). ***

Editor:Muslikhin Effendi
Kategori:Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww