Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tak Hadir saat Halal Bihalal di Jateng, Pengamat: PDIP Mengucilkan Ganjar

Tak Hadir saat Halal Bihalal di Jateng, Pengamat: PDIP Mengucilkan Ganjar
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)
Senin, 09 Mei 2022 15:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menduga, hubungan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan PDIP sudah sampai titik nadir terendah.

Hal tersebut bisa dilihat dengan tidak hadirnya Ganjar Pranowo dalam acara halal bihalal di FPD PDIP Jawa Tengah. "Dengan fakta tersebut, ini menguatkan spekulasi hubungan Ganjar dengan PDIP sudah sampai titik nadir terendah," ujar Jamiluddin Ritonga kepada GoNews.co, Senin (09/05/2022) di Jakarta.

Alasan ketidakhadiran Ganjar karena memantau arus balik, menurutnya sangatlah tidak logis. Sebab, sehari sebelumnya Ganjar masih punya waktu untuk bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogjakarta.

"Kehadiran semua kepala daerah di Jateng juga menguatkan spekulasi rendahnya hubungan Ganjar dan PDIP. Bisa jadi Ganjar memang tidak diundang dalam acara tersebut," ujar Mantan dekan Fikom IISIP Jakarta itu.

Kemungkinan tersebut kata Dia, sangat besar. Karena hubungan Ganjar dan Bambang Pacul belakangan ini memang tidak baik. "Bambang Pacul tampaknya sudah tidak menganggap lagi Ganjar sebagai kader PDIP," tandasnya.

Dugaan tersebut kata Ritonga, semakin jelas ketika Puan Maharani meresmikan pompa air bersih di Wonogiri. Dimana saat itu juga tidak dihadiri Ganjar. Padahal kata Dia, Wonogiri adalah daerah atau wilayah kekuasaan Ganjar.

"Jadi, Ganjar tampaknya memang sudah disisihkan dari PDIP. Hal itu terjadi karena Ganjar dinilai tidak peka keinginan DPP yang menginginkan Puan sebagai calon kuat dari PDIP pada Pilpres 2024," tukasnya.

Ia melihat, saat ini Ganjar dianggap tetap membangkang karena terus mengerahkan relawannya untuk Pilpres 2024. Sikap dan tindakan Ganjar dinilai oleh DPP PDIP sebagai kader yang tidak loyal.

"Karena itu, Bambang Pacul sebagai Ketua DPD PDIP Jateng wajar memberi sanksi kepada Ganjar dengan cara mengucilkannya. Sebab, Bambang Pacul itu loyalis Puan dan akan mengamankan Puan untuk menjadi capres PDIP pada Pilpres 2024," pungkasnya.***

wwwwww