Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Nasional

Menurut Pengamat, Nasdem Besar Kemungkinan Bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu

Menurut Pengamat, Nasdem Besar Kemungkinan Bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu
Ketum Golkar Airlangga Hartarto bersama Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di Rumah Heritage, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Mei 2022.
Rabu, 18 Mei 2022 10:43 WIB
JAKARTA — Pengamat politik Albertus Dino menilai terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berpotensi menarik Partai Nasdem untuk ikut bergabung. Menurutnya, peluang Nasdem ikut bergabung dengan Golkar, PAN, dan PPP lebih besar dibandingkan Demokrat.

“Kemungkinan Nasdem bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu ini lebih besar jika dibandingkan Demokrat untuk bergabung dengan koalisi itu,” tutur Albertus dalam keterangan, Selasa (17/5/2022).

Ia menilai ada sejumlah faktor yang membuat Nasdem lebih berpeluang untuk ikut bergabung bersama Koalisi Indonesia Bersatu.

Pertama, adanya faktor kedekatan secara personal antara Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Keakraban Surya Paloh dan Airlangga terlihat saat keduanya bertemu beberapa waktu lalu.

"Saya melihat saat pertemuan antara Surya Paloh dan Airlangga Hartarto yang lalu terjalin sangat akrab. Nasdem menerima dengan tangan terbuka kehadiran Golkar,” ujar Albertus Dino.

Direktur Eksekutif Laboratorium Suara Indonesia (LSI) ini menambahkan, kondisi berbeda justru ditunjukkan saat Surya Paloh menerima kunjungan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Saya kira itu tidak seakrab Airlangga dari Golkar,” ujarnya.

Faktor kedua, yakni, baik Nasdem maupun Golkar sama-sama partai politik pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal ini memudahkan Nasdem untuk ikut bergabung dengan KIB yang berisi PAN maupun PPP yang juga pendukung pemerintah.

Faktor ketiga, kata Albertus, Nasdem lebih kemungkinan tertarik untuk bergabung dengan KIB karena sosok Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu dinilai menjadi figur yang mampu menyatukan masyarakat yang sudah telanjur terpolarisasi setelah pilpres 2019.

Terlebih, KIB digagas untuk meredam polarisasi dan menyatukan masyarakat Indonesia.

Menurut Albertus, faktor keempat yang membuat Nasdem lebih memungkinkan untuk bergabung dengan KIB yakni, sosok Surya Paloh maupun sebagian besar kader Nasdem merupakan diaspora dari Partai Golkar. Nasdem didirikan setelah Surya Paloh gagal menjadi ketua umum Golkar beberapa waktu lalu.

Albertus menilai, masih ada chemistry antara kader Nasdem dengan Partai Golkar.

"Ini akan sangat menarik jika Nasdem akhirnya bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu,” tegas Albertus Dino. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww