Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
21 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
21 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
21 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam, 12-23 Mei 2022

Suryo Agung Teringat Kenangan Masa Lalu 

Suryo Agung Teringat Kenangan Masa Lalu 
Suryo Agung saat berbincang dengan Sekjen PB Perbakin, KS Henri Indrayani Oka.
Rabu, 18 Mei 2022 12:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution

HANOI - Mantan sprinter Indonesia, Suryo Agung Wibowo kembali teringat kenangan masa lalu saat berada di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam. Itu terjadi 19 tahun lalu. Saat itu, Suryo Agung meraih medali perunggu pada SEA Games 2003 Vietnam.

Di penampilan perdana pada pesta olahraga dua tahunan negara-negara Asia Tenggara itu, Suryo Agung mengaku hanya meraih medali perunggu.

"Saya pertama kali tampil di SEA Games 2003 Vietnam yah di di My Dinh Stadium. Namanya juga baru tampil dapat perunggu," kata Suryo Agung yang menyaksikan langsung penampilan Lalu Mohammad Zohri dan kawan-kawan.

Di tengah serius menyaksikan lomba para juniornya tersebut, Suryo Agung yang juga menjabat Komisi Atlet Komite Olahraga Indonesia (NOC Indonesia) ini sempat bercanda soal berapa catatan waktunya saat ini. "Dulu, saya bisa berlari 10,17 detik, Tapi, setelah pensiun 17,10 detik," katanya sembari tertawa.

Selain setia menyaksikan perlombaan atletik, Suryo Agung masih menyempatkan diri melayani pecinta atletik di Indonesia dengan menyiarkan langsung perlombaan melalui media sosial.

"Ya saya sengaja menyiarkan lomba melalui media sosial karena pecinta atletik di Indonesia juga ingin mengetahui hasil lomba secara live," ujarnya.

Hingga Rabu (18/5/2022), Tim Nasional Arletik Indonesia baru menyumbangkan 1 medal emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Satu-satunya medali emas disumbangkan atlet lempar lembing, Eki Febri. ***

wwwwww