Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam, 12-23 Mei 2022

Minta Omongan Odekta Ditelusuri, Henny Maspaitella: Tak Mungkin Kemenpora Tidak Bayar

Minta Omongan Odekta Ditelusuri, Henny Maspaitella: Tak Mungkin Kemenpora Tidak Bayar
Odekta Elvina Naibaho. (Foto : NOC Indonesia)
Jum'at, 20 Mei 2022 01:28 WIB
Penulis: Azhari Nasution
HANOI - Atlet atletik nomor marathon Odekta Elvina Naibaho meraih medali emas kedua dari cabor atletik SEA Games 2021 Vietnam. Dia mencatat waktu tercepat 2 jam 55 menit 27 detik, mengalahkan Christine Halllasgo (Filipina) dengan waktu 2 jam 56 menit 7 detik dan Ngoc Hoa Hoang Thi (Vietnam) dengan waktu 2 jam 57 menit 35 detik yang harus puas meraih medali perak dan perunggu, Kamis (19/5/2022).

Namun dibalik prestasi itu, Odekta menyebutkan jika dirinya mempersembahkan emas itu untuk keluarga yang diklaimnya telah mengizinkan sekaligus mengeluarkan biaya untuk dapat berprestasi di Vietnam.

Pelari yang belum genap berusia 31 tahun tersebut mengungkapkan bahwa dirinya telah berjuang selama dua bulan belakangan tanpa mendapat biaya, sehingga dia harus mengorbankan tidak hanya materi, namun juga terkuras secara emosi.

Ketika dikonfirmasi ke pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang bertanggung jawab terhadap pembiayaan persiapan hingga keberangkatan atlet, sumber yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan jika apa yang diungkapkan Odekta tidaklah benar. Sebab, menurutnya, setelah penandatangan MoU antara Kemenpora dan PB PASI, tak lama kemudian uang mengalir ke rekening induk organisasi.

Sumber tersebut juga mengatakan bahwa semua atlet itu ada biayanya. Seperti halnya dengan atletik terdapat titik Jakarta untuk sprint dan lompat, Bandung untuk pelempar dan Pengalengan untuk jarak jauh atau maraton.

Terkait Odekta yang melakukan Pelatnas di Pengalengan, sumber menyebut jika akomodasinya sudah terbayarkan dan ada kuitansinya. Kemudian dari Pengalengan pindah ke Jakarta dan pembiayaan tersebut pun sudah dilaksanakan Kemenpora ke PB PASI.

"Semua anggaran setelah Mou langsung proses ke KPPN dan ketika cair langsung masuk ke rekening PB PASI. Jika belum dibayarkan, silahkan tanya ke manajer dan bukan menyalahkan pemerintah, sehingga bukan bayar sendiri seperti klaim yang diucapkan si atlet," ucapnya.

Dalam menelusuri kebenaran kabar ini, upaya konfirmasi kepada Sekjen PASI Tigor Tanjung dan Manajer Tim Atletik Indonesia untuk SEA Games ke-31 Aulia Ibrahim Ilyas menemui jalan buntu. Keduanya bungkam dan enggan mengangkat panggilan telepon, ketika ingin dimintai keterangan.

Sementara itu, Henny Maspaitella mantan pelatih nasional yang juga merupakan Ketua Komisi Pelatih PASI Jawa Timur tak percaya jika Kemenpora tidak memfasilitasi persiapan hingga keberangkatan atlet ke multievent, seperti yang diungkapkan Odekta.

"Kalau itu kaitannya dengan PB PASI dan perlu ditelusuri, karena saya nggak percaya kalau Kemenpora tidak membayar keperluan atlet dan tidak mungkin juga kementerian tidak mengalokasikan dana untuk persiapan hingga keberangkatan atlet ke multi event seperti SEA Games, Asian Games dan Olimpiade," ucap Henny.

"Ini harus ditelusuri dengan benar, karena kita juga baru mendengar dari satu sisi. Biar adil, perlu juga ditanya kebenaran omongan Odekta kepada sumber-sumber lainnya, " tambah Henny. ***

wwwwww