Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
15 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
19 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
14 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic
SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam, 12-23 Mei 2022

Indonesia Peringkat Ketiga, Komisi X DPR Sebut Berkat Penerapan DBON dan Pembentukan Tim Review

Indonesia Peringkat Ketiga, Komisi X DPR Sebut Berkat Penerapan DBON dan Pembentukan Tim Review
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Foto: Humas Kemenpora)
Selasa, 24 Mei 2022 16:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Hetifah Sjaifudian turut bangga dan memberikan apresiasi atas prestasi yang ditorehkan kontingen Indonesia pada SEA Games 2021 Vietnam. Sebab, Indonesia berhasil menembus tiga besar dan memperbaiki prestasi di SEA Games sebelumnya di Filipina.

Legislator Golkar ini menilai, keberhasilan tim Indonesia di SEA Games berkat sinergi dan kerjasama dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (KOI)/NOC Indonesia, Federasi olahraga, pelatih dan semua atlet.

"Indonesia menembus tiga besar SEA Games. Apresiasi saya berikan kepada seluruh pihak yang telah bersinergi, baik dari Kemenpora, KOI, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan atlet yang telah menjalankan proses pembinaan berkesinambungan dari level daerah hingga ke pusat," ujar Hetifah di Jakarta, Senin (23/5).

Menurut dia, prestasi ini diraih berkat penerapan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan dibentuknya tim review oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali ldalam menyeleksi atlet yang diberangkatkan ke multi event Asia Tenggara tersebut.

Dengan demikian, semua cabang olahraga membawa pulang medali. Dia mencontohkan, cabang olahraga bola basket berhasil mendapatkan emas setelah absen dari tahun 1977. Demikian juga dengan Panahan yang menyabet 5 emas dan menjadi juara umum dan cabang olahraga lainnya.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Indonesia on the right track menuju target prestasi DBON," ucapnya.

Disamping itu, menurutnya pembentukan tim review yang diisi para akademisi, praktisi, KONI dan KOI sudah membuahkan hasil dalam prestasi olahraga sangat penting dalam dalam melakukan seleksi atlet yang berpotensi meraih medali.

"Keberadaan tim review cukup penting untuk seleksi final. Jadi semua atlet Pelatnas dapat lebih bersemangat untuk menunjukkan performa terbaiknya agar dapat diberangkatkan," ucapnya.

Dengan prestasi ini, Hetifah menilai Menpora Amali berhasil mewujudkan harapan Presiden Joko Widodo untuk masuk di tiga besar peraih medali.

"Menpora telah mencapai target Sea Games. Kemarin juga Paralimpiade Tokyo 2020 bahkan melampaui target. Semoga terus meningkat ke depannya dan mencapai target 2044 mencapai 15 besar olimpiade," harapnya.

Selanjutnya, politikus asal Kalimantan Timur ini berjanji akan memperjuangkan agar anggaran pembinaan atlet bisa ditingkatkan lagi.

"Saya juga akan memperjuangkan agar anggaran pembinaan atlet ditingkatkan, sehingga lebih banyak lagi atlet muda yang dapat dibina Pelatnas dan juga atlet berpotensi emas yang dapat kita berangkatkan ke ajang internasional," pungkasnya. ***

wwwwww