Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Pertemuan G20 Penting untuk Peningkatan Akses Masyarakat Rural ke Ekonomi Digital

Pertemuan G20 Penting untuk Peningkatan Akses Masyarakat Rural ke Ekonomi Digital
CEO dan Co-Founder Dagangan, Ryan Manafe (kanan). (foto: Istimewa)
Sabtu, 28 Mei 2022 18:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pelaksanaan pertemuan Forum G20 yang salah satu agendanya fokus pada pengembangan ekonomi digital bakal membawa dampak bagi peningkatan akses masyarakat pedesaan atau rural kepada ekonomi digital.

Sektor ekonomi digital tidak hanya menjadi fokus pemerintah saat ini, tapi juga masih menjadi isu yang krusial secara global.

Fokus topik yang akan menjadi pembahasan pada Presidensi G20 terkait ekonomi digital ialah perihal pembangunan infrastruktur yang mampu mendukung terciptanya ekosistem ekonomi digital yang inklusif.

Demikian diungkapkan Ryan Manafe yang merupakan CEO dan Co-Founder Dagangan, salah satu startup yang begerak di bidang e-commerce.

"Pembangunan ini diharapkan dapat lebih memudahkan akses layanan digital, tidak hanya bagi masyarakat perkotaan, namun juga masyarakat rural atau pedesaan dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari," katanya, Sabtu (28/5/2022).

Saat ini banyak dari startup tersebut masih berfokus melayani masyarakat di kota-kota besar (tier 1). masih sedikit yang menyentuh kota-kota tier 2. Padahal lebih dari 70% populasi Indonesia berada di wilayah tier 3 dan tier 4, di pedesaan dan kota-kota kecil. Wilayah-wilayah ini yang perlu dimaksimalkan potensi ekonominya.

Pelaku usaha butuh kerja sama dengan pemerintah , khususnya dalam rangka membawa digitalisasi ini ke daerah-daerah pedalaman, atau kota kecil dan pedesaan.

"Presidensi G20 ini menjadi momen yang tepat untuk memperkuat kerjasama antara pihak pemerintah dan swasta, untuk berkolaborasi lebih jauh dan komprehensif, terutama jika ingin menggarap potensi daerah pedesaan," jelasnya.

Pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia juga menjadi momen yang tepat untuk meyakinkan para investor global untuk masuk ke Indonesia. Forum pertemuan G20 juga akan menjadi forum yang menarik investor yang tidak hanya peduli pada return namun juga utamanya investor yang melihat dampak yang sama pentingnya dengan return.

Tipe investor ini yang sering disebut impact investor. Mereka peduli pada dampak sosial dari investasi yang ditimbulkan. Dan inilah yang juga sedang menjadi tren dunia sat ini.

"Kami berharap bahwa melalui kegiatan ini, tidak hanya Dagangan, namun semua pemain pada sektor ekonomi digital dapat bersama-sama mendukung misi pemerintah dalam pemerataan perekonomian," tandasnya.***

wwwwww