Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Non Olympic

ISORI Puji Keberanian Menpora Amali Lakukan Inovasi Pembinaan Atlet

ISORI Puji Keberanian Menpora Amali Lakukan Inovasi Pembinaan Atlet
Ketua ISORI, ISORI, Prof. Dr. Syahrial Bakhtiar. (Foto: Humas Kemenpora)
Senin, 30 Mei 2022 19:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Sarjana Olahraga Republik Indonesia (ISORI), Prof. Dr. Syahrial Bakhtiar mengapresiasi Kontingen Indonesia yang berhasil finis di tiga besar klasemen perolehan medali pada SEA Games 2021 Vietnam. Indonesia berhasil mengoleksi 69 medali emas, 92 perak, dan 80 perunggu, hasil ini sekaligus memperbaiki peringkat Indonesia pada SEA Games 2019 Filipina sebelumnya yang berada di posisi empat besar.

Prof. Dr. Syahrial menilai hasil positif ini tidak terlepas dari implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dan pembentukan tim review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) yang terdiri dari akademisi, praktisi, KONI, KOI dan Kemenpora. Salah satunya dengan menyeleksi secara ketat pengiriman atlet berdasarkan data dan track record prestas di ajang event internasional.

“Target posisi tiga besar tercapai, kontingen kita secara umum berhasil. Kita lihat ada satu inovasi dan keberanian, jumlah kontingen yang dikirim kan separuh dari jumlah pada SEA Games sebelumnya, dari 841 atlet menjadi 499 atlet, namun prestasi yang dihasilkan seperti yang diharapkan dan direncanakan,” ujar Prof. Dr. Syahrial dj Jakarta.

Mantan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat ini menilai penerapan DBON sebagai paradigm baru olahraga Indonesia sudah tepat dan perlu dipertahankan dalam pembinaan atlet kedepan karena mengedepankan sport science dan data atlet. “Penerapan DBON sudah tepat dan perlu dipertahankan karena kita sudah melihat hasilnya,” jelasnya.

Dia menyebutkan, karena SEA Games dan Asian Games hanya dijadikan sebagai sasaran antara dari target utama yakni perbaikan peringkat di olimpiade dalam DBON. Dengan demikian, pengiriman atlet harus benar-benar selektif dan diharapkan bisa berprestasi di olimpiade.

“Para atlet diharapkan masa depannya untuk berprestasi di olimpiade, supaya proses latihan, pembinaan lebih keras lagi. Kalau kita hanya begitu saja, jadi peningkatan kualitas latihan akhirnya tidak terjadi,” katanya.

Disisi lain, adanya seleksi ketat ini dan target yang jauh lebih tinggi maka ini harus menjadi pelajaran untuk seluruh pengurus cabang olahraga agar makin intensif lagi mempersiapkan atletnya karena tim sudah menaikan standar atlet yang dikirim.

“Jadi proses tadi itu motivasi supaya proses pembinaan lebih serius lagi. Jadi gak gampang mewakili Indonesia ke luar negeri. Kita tidak ingin yang kita kirim hanya sekadar melengkapi nomor pertandingan harus diikuti,” jelasnya.

Mantan Wakil Rektor IV Universitas Negeri Padang (UNP) pun memberikan apresiasi atas dukungan pemerintah baik itu saat persiapan maupun saat event berlangsung di SEA Games. Selanjutnya, Syahrial berharap cabang olahraga dan para atlet meningkatkan standar mereka untuk menyesuaikan diri dengan penerapan DBON.

“Implementasi DBON sudah sangat bagus dan berdampak baik, walaupuan di awal ada kritikan, setiap ada inovasi pasti ada kritikan itu pasti. Saya apresiasi keberanian pak menteri dalam melakukan inovasi pembinaan prestasi olahraga kita,” katanya.( ***

wwwwww