Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Metropolitan

DPR Sebut RI Bakar Puluhan Triliun untuk Subsidi BBM

DPR Sebut RI Bakar Puluhan Triliun untuk Subsidi BBM
Politisi PKB Muhaimin Iskandar dalam istigosah untuk perdamaian dunia di Lampung, Selasa, 7 Juni 2022. (foto: pkb for www.gonews.co)
Rabu, 08 Juni 2022 16:38 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar dalam acara Istigosah Kebangsaan di Lampung Tengah, kemarin, menyatakan, puluhan triliun rupiah telah dibakar untuk subsidi BBM (bahan bakar minyak) di dalam negeri. Peneyebabnya, adalah perang Rusia-Ukraina telah mengakibatkan harga energi naik secara merata di seluruh dunia.

"Sekarang minyak bahan bakar naik, negara, pemerintah, kemarin DPR baru saja menyetujui tambahan subsidi minyak yang dipakai rakyat. Satu bulan saja puluhan triliun dibakar mobil-mobil dipakai subsidi BBM, ini akibat naiknya harga minyak energi akibat perang," kata Muhaimin di sela acara sebagaimana dikutip GoNEWS.co di Jakarta, Rabu (8/6/2022).

Baca Juga: NU Tak Boleh Jadi Alat Politik, Gus Jazil: Betul, PKB Lah Alat Politik NU

Baca Juga: Muhaimin: PBNU Tempat Inspirasi, PKB Tempat Aspirasi

Situasi ini, menurut Ketua Umum PKB itu harus menjadi perhatian bersama. Perang Rusia-Ukraina tak hanya berdampak pada harga BBM dalam negeri tapi juga berdampak pada sektor lain seperti adanya ancaman krisis pangan global. Saat ini, beberapa negara sudah tidak melakukan ekspor produksi bahan makanan guna memenuhi stok kebutuhan dalam negeri mereka.

"Saya menghimbau pemerintah Indonesia juga harus memperbanyak memproduksi makanan dan mengurangi jumlah impor," kata Muhaimin.

Baca Juga: PKB soal Penundaan Pemilu: Kan Baru Usulan

Baca Juga: Ada Kabar Baik untuk PPP menyusul 'Pisah Ranjang' PBNU-PKB

***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, Kriminal
wwwwww