Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ada Kabar Baik untuk PPP menyusul 'Pisah Ranjang' PBNU-PKB

Ada Kabar Baik untuk PPP menyusul Pisah Ranjang PBNU-PKB
Ilustrasi PPP. (foto: dok. ist./jawapos)
Selasa, 08 Maret 2022 17:19 WIB
JAKARTA - Analis Politik dari Universitas Paramadina Septa Dinata mengatakan, PPP boleh jadi agak keteteran menghadapi Pemilu 2024 tapi sedikit dapat durian runtuh dari kerenggangan PBNU dengan PKB. Demikian Ia sampaikan kepada wartawan, kemarin.

"Dengan pisah ranjangnya PKB dengan PBNU, maka PPP akan menikmati itu," kata Septa kepada GoNEWS.co, sebagaimana dikutip Selasa (8/3/2022).

Artinya, jelas Septa, ketika afiliasi politik NU tak lagi kuat ke PKB maka pemilih NU akan jadi penguat suara PPP. "Dan PPP bisa klaim bahwa dia juga punya hak untuk menggarap basis NU," ujar Septa.

"Terutama di Jawa Tengah bagian utara, kan cukup kuat PPP," imbuh Septa.

Saat ini, kata Septa, PPP nampak sudah bergerak melalui baliho-baliho yang mengindikasikan bahwa PPP serius garap basis NU.

"Sepertinya strateginya sedang dimainkan," kata Septa.

Seperti diketahui, kerenggangan PKB dengan PBNU belakangan memang menjadi sorotan para analis politik. Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari dalam satu pemberitaan Republika menyebut, kerenggangan PKB-PBNU terjadi pasca terpilihnya Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke-34.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww