Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Nasional

BRIN: Masyarakat Bisa Menyaksikan Purnama Stroberi

BRIN: Masyarakat Bisa Menyaksikan Purnama Stroberi
Gedung BRIN di Jakarta. (foto: www.gonews.co/dzulfiqar)
Senin, 13 Juni 2022 18:04 WIB
JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam keterangan resminya, Senin (13/6/2022) menyatakan, masyarakat dapat menyaksikan tiga fenomena antariksa yang cukup langka, yaitu purnama stroberi super, bulan baru stroberi mikro dan purnama rusa super pada 14 Juni sampai 14 Juli 2022.

"Purnama stroberi super merupakan purnama yang terjadi di bulan Juni. Sedangkan purnama rusa super adalah purnama yang terjadi pada bulan Juli. Definisi ini juga dipakai untuk fase bulan baru," kata peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Andi Pangerang dikutip GoNEWS.co dari Antara.

Seperti pada fase bulan baru pada umumnya, Andi menuturkan purnama stroberi super, bulan baru stroberi mikro dan purnama rusa super dapat menimbulkan pasang laut yang lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Adanya konfigurasi matahari-bumi-bulan atau bisa juga matahari-bulan-bumi yang berada di posisi segaris membuat timbulnya pasang yang lebih besar. Apalagi konfigurasi itu juga diperkuat dengan bulan yang berada di titik terdekatnya dengan bumi.

Pasang laut tertinggi akan terjadi pada 14 Juni 2022 dan 14 Juli 2022, sehingga disarankan bagi nelayan untuk tidak melaut di dua hari sebelum dan dua hari sesudah puncak fenomena itu, yakni antara 12 hingga 16 Juni 2022, dan 12 hingga 16 Juli 2022.

"Perhitungan ini hanya mempertimbangkan faktor astronomis saja tanpa melihat gelombang laut akibat badai angin," ujar Andi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww