Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
22 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
23 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
22 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Voli

Janjikan Pedagang Pasar Umrah, Ekonom Ingatkan Mendag Zulhas Agar Tidak Gimmick

Janjikan Pedagang Pasar Umrah, Ekonom Ingatkan Mendag Zulhas Agar Tidak Gimmick
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan sidak di Pasar Cibubur, Jakarta Timur. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 17 Juni 2022 14:59 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) melakukan sidak di Pasar Cibubur, Jakarta Timur. Di sela-sela kunjungannya itu, Zulhas menjanjikan dua pedagang sembako untuk berangkat ibadah umroh.

Apa yang dilakukan Zulhas mengundang berbagai komentar, termasuk dari Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira. Bhima menyebut tindakan Zulhas sebagai gimmick untuk persiapan kampanye 2024. "Tantangan perdagangan semakin kompleks, hindari gimmick," kata Bhima, Kamis (16/6/2022) kemarin.

Bhima berpendapat, sidak sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Data-data sudah tersedia dan masyarakat lebih menunggu kebijakan apa yang akan diambil. "Ya jadi hari pertama itu sudah politiknya lebih ke arah politik untuk persiapan kampanye 2024, dibandingkan fokus kinerja," ungkapnya.

Bhima menyebut ini sesuai dengan dugaan awalnya, yaitu ketika politisi diberi jabatan maka akan dipakai untuk kepentingan elektoral. Menurutnya akan lebih baik bila posisi Mendag diisi oleh pihak profesional.

Senada dengan Bhima, Eksekutif Director Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad menyebut apa yang Zulhas lakukan tidak berkaitan dengan jabatan yang diembannya.

"Itu kan sisi sosialnya pak Menteri, tapi nggak ada hubungannya dengan dia sebagai Menteri," ujar Tauhid. Menurutnya akan lebih penting bagi Zulhas untuk meyakinkan konsumen dan melindungi petani.

Tauhid melanjutkan, menteri ada di level pemberi kebijakan yang sebaiknya fokus ke apa yang bakal dilakukan pemerintah ke depan. Oleh karena itu saat turun ke lapangan paling tidak bisa memberikan harapan bagi masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah.

Tauhid menambahkan, sidak memang perlu dilakukan, namun lebih ke arah evaluasi. Misalnya, saat kebijakan dan fakta di lapangan sudah berbeda maka boleh sidak dalam rangka mengevaluasi kebijakan.***

wwwwww