Songsong Indonesia Emas 2045, APTISI Segera Gelar Rembug Nasional di Bali
![]() |
| Ketua Umum APTISI, Prof Budi Djatmiko. (Foto: Istimewa) |
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dalam waktu dekat akan segera menggelar Rembug Nasional sekaligus Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPP) ke-1 APTISI 2022.
Rembug nasional tersebut rencananya akan digelar selama tiga hari yakni pada 1-3 Juli 2022 di Bali Nusa Dua Convention Centre. Demikian diungkapkan Ketua Umum APTISI, Prof Budi Djatmiko melalui keterangan persnya kepada wartawan, Jumat (17/6/22).
"Alhamdulillah, persiapan sudah mantap. Target kami adalah 2.500 peserta dan saat ini yang sudah registrasi tercatat ada sekitar 600 peserta," ujarnya.
Rembug Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) ini kata Budi Djatmiko, mengusung tema 'Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045: Digitalisasi Berbasis Blockchain, Tantangan Masa Depan dan Reformasi Pendidikan Tinggi'.
"Ya, digitalisasi ini akan menjadi fokus bahasan kami. Karena selama ini kan sistem di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) masih konvensional, harusnya sudah digital," tegasnya.
Sistem konvensional, lanjut Budi, cukup menganggu peningkatan mutu pendidikan tinggi Indonesia dan berbagai dampak lainnya. "Ini kan tempatnya orang-orang pintar, masa masih konvensional. Nah, itulah yang akan kita bahas, rektor-rektor se-Indonesia kita undang," tutur Budi.
Selain rektor, APTISI juga mengundang pimpinan PTS, Yayasan, para dosen, organisasi profesi se-Indonesia, ABBPTSI, APPERTI, HPT, Asosiasi Dekan dan Prodi se- Indonesia, dan sebagainya.
Secara keseluruhan, berikut ini permasalahan yang akan dibahas dalam RPP APTISI di Bali nanti.
1. Pembubaran LAM PT, akibat pembayaran yg mahal; dijadikan ajang bisnis.
2. Uji kompetensi pendidikan kesehatan, yg tdk sesuai UU Dikti;
3. Sulit dan lamanya perijinan prodi dan pengabungan PTS (bertahun2);
4. Masalah pajak PTS/yayasan; PBB yg masih dipungut oleh Pemda dan Pph yg dijadikan objek meningkatkan pendapatan negara.
4. Permasalahan ijin belajar Dosen.
5. Dikotomi PTN/PTS.
6. Resvisi UU sisdiknas, yang tertutup.
7. Digitalisasi Kampus, yang menantang, dll.
"Permasalahan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh Komisi X dan Kemendikbud di Gedung DPR RI tiga hari yang lalu. Selanjutinya kami akan mengundang kembali bpk/ibu/sdr. untuk menuntaskan permasalahan diatas dan sekaligus mencari solusi dari permasalahan di PTS, maka perlu Rempug Nasional," kata Budi Djatmiko.
Rencananya, Presiden RI Joko Widodo akan membuka acara sekaligus menjadi Kynote Speaker. Sedangkan narasumber lain akan hadir Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim Kemndibud RI, Ketua Komisi X DPR Rl Saeful Huda, Dirjen Dikti Nizam, Ketua BAN PT, Ari Purbayanto, Ketum APTISI Budi Djatmiko, serta menghadirkan narasumber dari para rektor sukses.
"Agar dapat menyelesaiakn semua permasalahan PTS secara tuntas. Diharapkan para undangan maupun peserta, membawa usulan tertulis yang akan kami kompilasi dan akan disampaikan kepada Presiden RI dan Kemendikbud," pungkasnya.***
| Kategori | : | Olympic, Umum, Voli, DKI Jakarta |













