Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
3 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Terima Penghargaan Hall of Fame BWF, Liliyana Natsir: Gelar Ini Bermakna

Terima Penghargaan Hall of Fame BWF, Liliyana Natsir: Gelar Ini Bermakna
Liliyana Natsir dapat penghargaan Hall of Fame dari BWF. (Foto: Humas PP PBSI)
Sabtu, 18 Juni 2022 22:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memberikan Penghargaan Hall of Fame kepada Liliyana Natsir. Penghargaan sebagai bentuk apresiasi prestasi besar yang diraih Butet, saapaan akrab Liliyana selama berkarier di pentas bulutangkis dunia.

Penyerahan penghargaan prestisius dari BWF itu digelar di sela-sela pertandingan babak semifinal Turnamen Bulutangkis Indonesia Open 2022.

Dalam acara yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/6/2022) siang, pebulutangkis spesialis ganda campuran itu mengaku kaget saat mendapat anugerah bergengsi dari induk organisasi bulutangkis internasional.

Tidak heran pasangan Tontowi Ahmad itu menyebut senang karena perjuangannya selama ini merasa diapresiasi dengan hal ini.

"Rasanya senang, tidak menyangka meraih gelar ini. Saya kira, saya mendapat bersama Tantowi Ahmad. Ternyata hanya saya sendiri," kata pemain kelahiran Manado, 9 September 1985 itu.

"Saya rasa Tantowi nantinya akan menyusul, mengingat saat ini hanya saya dan Zhao Yun Lei yang mendapat gelar anugerah dari BWF tahun ini," ungkap pemain yang akrab disapa Butet itu.

Bagi Butet, gelar ini bermakna besar baginya karena selain prestasinya diakui oleh masyarakat Indonesia, publik internasional juga memberikan apresiasi.

Terlebih dirinya menjadi wanita kedua Indonesia setelah Susy Susanti yang meraih penghargaan Hall of Fame dari BWF.

"Bagi saya dengan penghargaan ini bermakna besar, mengingat prestasi saya dihormati di dunia. Saya menunjukkan pantas diperhitungkan dan diharapkan penghargaan ini memberikan motivasi untuk generasi muda untuk terus berprestasi mengharumkan Indonesia," tambah Butet.

Prestasi Butet di dunia bulutangkis terbilang apik, mengingat banyak gelar mayor telah diraih. Di antaranya hattrick di All England bersama Tontowi Ahmad, medali emas Olimpiade Rio 2016, dan empat gelar juara dunia.

Buet pun menjadi orang Indonesia ke-10 yang masuk dalam daftar penerima penghargaan elite BWF Hall of Fame.

Adapun sembilan pebulutangkis legendaris Indonesia yang sudah masuk BWF Hall of Fame terlebih dahulu adalah, Rudy Hartono, Dick Sudirman, Christian Hadinata, Liem Swie King, Susy Susanti, Tjun Tjun, Johan Wahjudi, Rexy Mainaky, dan Ricky. ***

wwwwww