Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
24 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
5
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Olympic

Laporan Keuangan ACT Terungkap, Jumlahnya Capai Ratusan Miliar

Laporan Keuangan ACT Terungkap, Jumlahnya Capai Ratusan Miliar
Ilustrasi ACT. (Foto: Istimewa)
Senin, 04 Juli 2022 15:05 WIB

JAKARTA – Laporan keuangan tahun terakhir organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) terkuak dan menjadi sorotan publik. Organisasi sosial tersebut tengah menjadi bahan perbincangan publik di jagat media sosial Twitter.

Tagar "Jangan Percaya ACT" #JanganPercayaACT mendadak jadi trending di sosial media Twitter sejak Minggu (3/7/2022) malam.

Hal itu merespons laporan Majalah Tempo edisi 2 Juli 2022 yang membuat headline bertajuk “Kantong Bocor Dana Umat”, yang menyoroti dugaan penyelewengan dana sumbangan yang terkumpul melalui ACT, hingga fasilitas mewah dan gaji fantastis yang diterima petinggi ACT.

Dikutip dari laman ACT, diketahui organisasi itu berdiri pada tanggal 21 April 2005. Aksi Cepat Tanggap (ACT) secara resmi diluncurkan secara hukum sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.

Meski begitu organisasi Aksi Cepat Tanggap diketahui kerap aktif membagikan laporan keuangan untuk menjaga transparasi ke publik. Masih dari laman tersebut, terlihat bahwa ACT pertama kali melaporkan keuangan ke publik pada 2005 silam.

Terakhir organisasi tersebut merilis laporan keuangan mereka terjadi pada 2020 lalu, tepatnya 31 Desember. Hanya saja, memasuki 2022, ACT tampak belum merilis laporan keuangan pada tahun 2021 di situs resminya.

Diketahui kalau ACT kerap merilis laporan tersebut per 31 Desember atau akhir tahun periode keuangan. Laporan terakhir yang dirilis pada tahun 2020, penerimaan donasi lembaga ini mencapai Rp373.729.275.191 atau sekitar Rp373 Miliar.

Sedangkan total donasi yang disalurkan pada tahun itu mencapai Rp323.896.615.099 atau sekitar Rp323 Miliar. Adapun selisih sekitar Rp49 Miliar itu digunakan untuk operasional organisasi tersebut sepanjang 2020.

Sementara itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) adalah organisasi nirlaba profesional yang memfokuskan kerja-kerja kemanusiaan pada penanggulangan bencana, mulai fase darurat sampai dengan fase pemulihan pasca-bencana.

Organisasi ini pertama kali melakukan aksinya sejak tahun 1994 di Liwa, Lampung Barat dalam merespons bencana gempa bumi. ACT sebenarnya tidak terlepas dari sosok Ahyudin yang merupakan founder sekaligus pimpinan ACT pertama.

Ahyudin diketahui memimpin ACT selama 13 tahun sebelum akhirnya beregenerasi pada 2019. Pada 2019, kepemimpinan Ahyudin digantikan oleh Ibnu Khajar sebagai Presiden ACT. Sementara dirinya menjadi Ketua Dewan Pembina ACT saat itu.

Belakangan diketahui bahwa Ahyudin justru hengkang dari ACT pada awal 2022 di tengah sederet persoalan yang melilit organisasi tersebut. Masih dikutip dari laman act.id, saat ini Ketua Dewan Pembina ACT bukan lagi Ahyudin melainkan N Imam Akbari.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Voli, DKI Jakarta
wwwwww