Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  PON

Jualan Camilan di Saudi, Perempuan Tak Tamat SD jadi Miliarder

Jualan Camilan di Saudi, Perempuan Tak Tamat SD jadi Miliarder
Risma, perempuan Madura yang jadi miliarder di Arab Saudi. (foto: ist./bangkapos)
Jum'at, 08 Juli 2022 14:36 WIB
JAKARTA - Risma, perempuan asal Madura, Jawa Timur dikabarkan menjadi miliarder di Arab Saudi. Artikel yang dibaca Jumat (8/7/2022) menyebut Risma bahkan tak tamat sekolah dasar (SD).

Bangkapos.com melansir, kekayaan Risma diperoleh dari usaha katering dan camilan. Produk dari Risma sangat dikenal di Makkah, Jeddah, Madinah hingga Taif di Arab Saudi.

Baca Juga: Mengenal Farida Nurhan, Mantan TKW Hong Kong yang Kini Sukses Jadi YouTuber

Baca Juga: Miris! 12 Tahun Tak Digaji TKW di Malaysia Malah Dituntut Majikan

Selain itu, Risma juga memiliki usaha penyewaan tempat pesta, termasuk bekerjasama dengan Ustadz Abdul Djalil, seorang pengusaha hotel. Tamu hotel sering memesan katering atau sebaliknya Risma membawa tamunya ke hotel Ustadz Abdul Djalil.

"Kalau kerjasama dengan sales, meskipun keuntungannya tipis tetapi pembayarannya lebih terjamin dari pada droping. Selain kemungkinan bermasalah kita juga akan kehabisan waktu kalau distribusinya dilakukan sendiri," jelas Risma sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Baca Juga: Akhirnya Tim Pemprov Berhasil Keluarkan TKW Asal Sumut dari Rumah Sakit di Penang

Baca Juga: Tim Pemprov Terus Berupaya Pulangkan TKW Asal Sumut

Berdasar pengalamannya, Risma mengaku pernah mendapat hasil hingga 1 juta Real atau setara 3,7 miliar lebih dari usaha katering, saat melayani jemaah haji plus.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Ekonomi, Basket, DKI Jakarta
wwwwww