Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
5 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis Singapura Terbuka 2022

Gregoria Hanya Butuh Waktu 27 Menit

Gregoria Hanya Butuh Waktu 27 Menit
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. (Foto: Humas PP PBSI)
Rabu, 13 Juli 2022 18:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SINGAPURA - Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung tak hanya sekadar menjinakkan Lauren Lam dari Amerika Serikat di ajang Turnamen Bulutangkis Singapura Open 2022. Namun, Gregoria tampil lebih cerdik dan menampilkan performa lebih baik.

Pada pertandingan babak pertama yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Kallang, Singapura Rabu (13/7), Gregoria tampil penuh keyakinan. Semangat juang dan rasa percaya dirinya begitu menonjol. Terbukti, hanya dalam waktu relatif singkat, 27 menit, dia menang 21-16, 21-13 atas Lauren.

"Secara keseluruhan, penampilan saya hari ini oke. Saya makin percaya diri. Meski begitu, tetap harus ada yang perlu ditingkatkan karena tadi juga masih banyak melakukan kesalahan sendiri," kata Gregoria kepada Tim Humas dan Media PP PBSI.

"Kondisi saya juga lebih nyaman hari ini. Saya bisa lebih yakin dan bisa bermain lepas," tambah Gregoria.

Sementara menurut Kabid Binpres PP PBSI yang sekaligus pelatih tunggal putri Rionny Mainaky, ada progres positif yang terus ditunjukkan Gregoria. Dari hasil di Malaysia Masters lalu, sang juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 itu menunjukkan grafik yang makin membaik.

Tak hanya dari sisi ketrampilan, penampilan, teknik, dan cara main, yang lebih menggembirakan ada kemajuan dalam hal non-teknis. Mulai dari kepercayaan diri, keyakinan, hingga semangat juang, semuanya menunjukkan performa meningkat.

"Tadi yang saya lihat saat bertanding,  faktor-faktor non-teknis yang selama ini kerap menghambat penampilan Gregoria di lapangan, sudah mulai hilang. Ini tentu hal yang positif," komentar Rionny.

Menurut Rionny, dalam pertandingan melawan Lauren Lam, adaptasi Gregoria dengan kondisi angin, juga makin oke. Anak didiknya itu bisa cepat beradaptasi. Dampaknya, strategi yang diterapkan bisa berhasil.

"Memang masih ada juga kesalahan, buangan bolanya salah atau pukulannya tanggung. Tetapi dari secara keseluruhan sudah baik. Dalam strategi permainan dan adaptasi dalam menguasai angin, Gregoria sangat baik hari ini. Dia juga sangat cerdik dalam mengatur pola permainan," papar Rionny.

Harapannya, dengan didukung kondisi yang lebih baik ini, Gregoria bisa tampil konsisten untuk mengatasi Zhang Yi Man asal China di babak kedua ajang BWF World Tour Super 500 ini.

"Untuk besok lawan Zhang, saya mencoba bermain lebih lepas dulu. Saya ingin menampilkan yang terbaik. Saya ingin main seenak mungkin saja dahulu," ujar Gregoria.

"Semoga saja, performa baik hari ini bisa dijaga terus Gregoria, termasuk saat tampil di babak kedua," harap Rionny.

Disayangkan, kemenangan Gregoria itu tidak diikuti rekannya, Putri Kusuma Wardani. Putri KW, sapaan karib pemain tunggal ini, dikalahkan Han Yue dari China, 14-21, 16-21.

"Saya kurang tenang dalam pertandingan tadi. Selain itu, ada beberapa poin hilang karena saya salah dalam penggunaan teknik memukulnya. Meski begitu, saya bisa mendapatkan pengalaman  dari pemain agar saya lebih konsisten saja," kata Putri KW. ***

wwwwww