Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Kalau Mau Nyapres, Pengamat Sarankan Ganjar Pranowo Segera Angkat Kaki dari PDIP

Kalau Mau Nyapres, Pengamat Sarankan Ganjar Pranowo Segera Angkat Kaki dari PDIP
Politisi PDIP, Ganjar Pranowo. (Foto: istimewa)
Rabu, 13 Juli 2022 16:07 WIB
JAKARTA - Elektabilitasnya di survei selalu tertinggi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo disarankan segera angkat kaki untuk mencari kendaraan partai lain jika memang berambisi menjadi calon presiden (Capres) di tahun 2024 mendatang.

Demikian saran pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiludin Ritonga pada Rabu (13/7/2022).

Jamiludin mengatakan harapan Ganjar berat berat karena PDIP tampaknya akan mengusung Puan Maharani sebagai Capres. "Indikasi itu semakin terlihat dengan adanya perintah Megawati Soekarnoputri kepada Puan Maharani melakukan sapari politik baik le akar rumput maupun ke partai politik lainnya," demikian kata Jamiludin.

Lebih lanjut, Jamiludin membaca, dengan menggunakan partai politik lainnya peluang Ganjar diusung menjadi Capres lebih besar. Salah satu kendaraan politik yang memungkin jadi tempat berlabuh adalah partai-partai yang tergabung di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

"Ganjar tinggal meyakinkan partai lain atau KIB bahwa elektabilitasnya yang tinggi memang riil, bukan katrolan lembaga survei," pungkas Jamiludin.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww