Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

DPR Dorong Sinergitas Penanganan Kemiskinan

DPR Dorong Sinergitas Penanganan Kemiskinan
Anggota DPR RI Novita Wijayanti (tengah) dalam suatu kesempatan di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Juli 2022. (foto: ist./dpr ri)
Minggu, 17 Juli 2022 12:46 WIB
JAKARTA - Legislator Fraksi Gerindra DPR RI Novita Wijayanti dalam siaran parlemen yang dibaca Minggu (17/8/2022) menyampaikan, perlu adanya sinergitas dalam penyelesaian kemiskinan di tanah air.

"Pemerintah sudah memberikan anggaran stimulan, anggaran program serta infrastruktur. Tetapi perlu adanya sinergitas dan dukungan seluruh elemen sehingga permasalahan ini terentaskan dan memperoleh target yang maksimal," ujar Novita sebagaimana dikutip GoNEWS.co di Jakarta.

Anggota Komisi V DPR RI ini juga menyampaikan mayoritas masyarakat miskin terdapat di pedesaan dengan persentase sebesar 70 persen penduduk Indonesia tinggal di desa. Terlebih lagi dengan adanya pandemi Covid-19, membuat masyarakat miskin menjadi miskin ekstrim. Perlu diketahui, jelasnya, kategori miskin ekstrim adalah bagi masyarakat yang penghasilannya tidak lebih dari USD1,9 per harinya.

Karenanya, dalam webinar nasional Persatuan Alumni (PA) GMNI bertema 'Kemiskinan Ekstrim di Indonesia: Menelaah Model, Strategi dan Solusinya' beberapa hari lalu, pelaksana menghadirkan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI dan mengundang Kementerian Desa, Bappenas dan akademisi.

Menurut, Novita, seminar nasional tersebut penting dilakukan karena kemiskinan menjadi permasalahan bangsa yang juga menjadi permasalahan bersama, "Bukan hanya lembaga eksekutif, legislatif, organisasi dan masyarakat," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww