Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis Singapore Open 2022

Penampilan Ngotot Bikin Apri/Fadia Raih Juara

Penampilan Ngotot Bikin Apri/Fadia Raih Juara
Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva. (Foto: Humas PP PBSI)
Minggu, 17 Juli 2022 19:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SINGAPURA - Pasangan ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva sukses mempersembahkan gelar juara di ajang Turnamen Bulutangkis Singapura Open 2022. Dalam laga final, Apri/Fadia menundukkan pasangan China yang menjadi unggulan kelima, Zhang Shuxian/Zheng Yu.

Berlaga di Singapore Indoor Stadium, Kallang, Singapura, Minggu (17/7/2022), Apri/Fadia menampilkan permainan terbaik dan menyelesaikannya dalam dua set langsung 21-14, 21-17.

"Bersyukur alhamdulillah bisa juara. Senang dengan keberhasilan hari ini. Tadi pagi sempat ditanya Koh Didi (pelatih Eng Hian), mau mundur atau tetap main? Saya jawab tetap main, meski tumit kiri saya masih sakit. Saya ngotot dan memaksakan diri tetap main," kata Fadia.

Menurut Fadia, dirinya tidak merasakan sakit karena keinginannya untuk menang begitu bear. "Saat main, saya seperti tidak ingat kalau kaki saya sakit. Karena ingin menang itu sangat besar, rasa sakit itu seperti hilang," ungkapnya.

"Tadi dari awal kita sudah fokus satu demi satu angka, dan terus menekan. Lawan pun terpaksa mengikuti pola permainan kita. Selain itu, kami juga bisa membaca pola permainan yang dikembangkan kawan," tambahnya.

Fadia juga mengucapkan terimakasih atas dukungan yang telah diberikan. Dan, dia menyebut kemenangan ini dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia, pelatih, PBSI, orangtua dan keluarga.

Hal senada juga dilontarkan Apriyani Rahayu. "Alhamdulillah bisa juara di Singapura Terbuka. Dari awal, saya dan Fadia memang memiliki tekad yang sama. Yaitu setiap tampil itu ingin jadi juara. Tekad dan visi yang sama ini akhirnya membawa kami juara," katanya.

Apri, panggilan akrabnya, mengaku dari awal mulai berpasangan, dirinya terus berkomunikasi dengan Fadia untuk menyamakan mind set. "Selalu saya samakan pola berpikir saya dan Fadia, sehingga pada akhirnya bisa terwujud di lapangan dengan tampil sebagai juara. Gelar juara ini saya persembahkan untuk PBSI, pelatih, keluarga, dan masyarakat Indonesia, baik yang ada di Singapura maupun di Tanah Air. Tanpa dukungan dan doanya, belum tentu kami bisa juara," tandasnya.

Sementara itu, Pelatih Kepala Ganda Putri Pelatnas Cipayung, Eng Hian mengaku bersyukur, Apri/Fadia bisa main baik dan juara. Dari awal, katanya, Apri/Fadia memang mengambil inisiatif menyerang sehingga mereka memegang terus kendali permainan.

"Dampaknya, lawan selalu tertekan dan hanya mengikuti pola permainan yang dikembangkan Apri/Fadia. Lawan tak berkembang permainannya," jelasnya.

Ke depan, Eng Hian mengingatkan mereka tetap harus lebih dipersiapkan lagi. Apalagi, begitu banyak kejuaraan-kejuaraan besar menanti. Sebab, sebagai pasangan yang tengah naik performanya, tentu bakal lebih diwaspadai dan dimonitor lawan-lawan. ***

wwwwww