Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  PON

Kopda M, Dalang Penembak Istri Diduga Bunuh Diri dan Tewas di Rumah Orang Tuanya

Kopda M, Dalang Penembak Istri Diduga Bunuh Diri dan Tewas di Rumah Orang Tuanya
Suasana di rumah tempat Kopda M ditemukan tewas, Kamis (28/7/2022). (Istimewa)
Kamis, 28 Juli 2022 14:03 WIB
SEMARANG – Anggota TNI Kopda Muslimin atau Kopda M yang diduga sebagai dalang penembakan istrinya, Wulandari, ditemukan tewas di rumah orang tuanya di Kelurahan Trompo, Gang Adem Ayem, Kecamatan Kendal, Kendal, Jawa Tengah.

Dikutip dari detik.com, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan, Kopda M muntah-muntah sebelum meninggal dunia.

''Kopda Muslimin diketahui muntah-muntah, lalu meninggal dunia,'' ujar Kombes M Iqbal Alqudusy kepada detikcom, Kamis (28/7/2022).

Kopda Muslimin disebut tiba di rumah orang tuanya di Kelurahan Trompo, tadi pagi sekitar pukul 06.30 WIB.

''Iya, betul, betul, informasi tersebut betul,'' kata Kapolresta Semarang Kombes Irwan Anwar.

Untuk diketahui, penembakan istri Kopda Muslimin, Wulandari, terjadi sekitar pukul 12.00 WIB pada 18 Juli 2022 ketika korban pulang bersama anaknya mengendarai motor. Di depan rumah korban di Jalan Cemara 3, Banyumanik, Kota Semarang, korban ditembak dua kali. Pelaku langsung kabur.

Korban terluka di bagian perut, kemudian dibawa ke rumah sakit. Beruntung, putrinya tidak terluka dan saat ini dalam pendampingan oleh berbagai pihak. Pendampingan dilakukan terhadap tiga anak korban dan juga istri Kopda Muslimin.

Kopda Muslimin kemudian disebut sebagai dalang penembakan tersebut. Kopda Muslimin disebut membayar pembunuh bayaran untuk menembak istrinya. Ia memerintahkan komplotan untuk membuntuti dan melakukan eksekusi penembakan.

''Dua orang (eksekutor) membuntuti korban saat korban menjemput anaknya, dilakukan eksekutor sebanyak dua kali tembakan. Tembakan pertama disinyalir tidak mematikan," kata Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, dilansir detikJateng, Selasa (26/7/2022).

Kopda Muslimin membayar Rp120 juta kepada empat pelaku penembakan istrinya. Ia melakukan transaksi saat sedang menemani istrinya yang dirawat di rumah sakit setelah ditembak.

''Korban dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit suami korban melakukan peneleponan kepada eksekutor dengan dilakukan untuk memperoleh transaksi uang hasil pelaksanaan kegiatan. Kemudian suami korban keluar di minimarket 300 meter dari rumah sakit, diberikan uang Rp120 juta sebagai kompensasi," jelas Luthfi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Beladiri, Jawa Tengah
wwwwww