Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
11 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Nasional

21.000 perusahaan di Indonesia Datanya Bocor?

21.000 perusahaan di Indonesia Datanya Bocor?
Ilustrasi hacker pembobol data digital. (gambar: ist./imagehackeu)
Jum'at, 19 Agustus 2022 22:04 WIB

JAKARTA - Sebuah unggahan di twitter dari seorang pengguna @nuicemedia menunjukkan dugaan kebocoran data yang melibatkan lebih dari 21.000 perusahaan Indonesia dan perusahaan asing dengan ukuran 374 gigabyte. Demikian pemberitaan yang dibaca Jumat (19/8/2022).

Lansiran BBC Indonesia menyebut, dugaan kebocoran data ini menyusul unggahan di darkweb oleh akun bernama toshikana yang menjual dokumen penting seperti laporan keuangan seharga 50.000 US Dollar atau sekitar Rp743 juta.

Baca Juga: Kemenpora Gelar FGD Penyiapan Bahan Konsolidasi dan Perhitungan Data IPP 

Baca Juga: KPU Dijatah 200 Ribu Klik Akses Data Dukcapil, Zudan: Bisa Ditambah, WA Saja Dulu 

Salah satu pihak perusahaan yang dibocorkan datanya mengaku "kaget" dan mendesak pemerintah untuk memperbaiki sistem pengelolaan data.

Sementara itu, pengamat keamanan siber menyebut kebocoran data ini menjadi momentum pemerintah untuk mengesahkan Undang Undang Perlindungan Data Pribadi.

Baca Juga: Yusharto Minta Pemerintah Desa Validasi Data Penerima Bantuan Set Top Box 

Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Data, BRI Gunakan AI untuk Memahami Pola Fraud & Threat 

Di sisi lain, pemerintah mengatakan masih menyelidiki dugaan kebocoran data ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww