Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Olympic

Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 Dipatok 5,3 Persen, Banggar DPR Sebut Cukup Ideal

Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2023 Dipatok 5,3 Persen, Banggar DPR Sebut Cukup Ideal
Anggota Banggar DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhtarudin. (Foto: Istimewa)
Selasa, 23 Agustus 2022 20:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota Banggar DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhtarudin menilai target pertumbuhan ekonomi yang dipatok mencapai 5,3% pada tahun 2023 tersebut cukup rasional dan ideal meskipun di tengah ketidakpastian perekonomian Global yang tinggi.

Mukhtarudin mengatakan hal itu sesuai dengan pandangan umum fraksi Golkar DPR RI atas Rancangan Undang-undang tentang APBN tahun anggaran 2023 yang dibacakan langsung oleh Anggota Komisi I DPR Dave Laksono dalam Rapat Paripurna Ke-2 Masa Persidangan I, Selasa, (23/8/2022).

Diketahui, APBN tahun 2023 tidak lagi berdasarkan dengan Undang-undang nomor 2 tahun 2020, tetapi desain APBN Tahun 2023 kembali menggunakan UU Keuangan Negara yang murni, yaitu UU No 17 Tahun 2003

Sehingga, menurut Mukhtarudin fraksi Golkar DPR RI menilai APBN 2023 harus kembali ke desain normal tanpa adanya fasilitas-fasilitas seperti pelebaran defisit di atas batas 3%.

Mengingat, Mukhtarudin bilang angka pertumbuhan 5,3 persen tersebut didasarkan pada pertimbangan dinamika perekonomian nasional terkini, agenda pembangunan yang akan dicapai, serta potensi risiko dan tantangan yang dihadapi.

Meskipun begitu, fraksi Golkar berpandangan bahwa ketidakpastian perekonomian global masih cukup tinggi dan dapat berdampak terhadap Indonesia. Oleh karena itu, kinerja ekonomi dapat bergerak dinamis terhadap asumsi pemerintah.

Kendati demikian, politisi Dapil Kalimantan Tengah ini ini mengatakan untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi tersebut, pemerintah mestinya mendorong ekspansi produksi yang konsisten untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya kepada masyarakat.

Terlepas dari keterbatasan dan ketidakpastian yang dihadapi saat ini, maka Fraksi Partai Golkar meyakini pemerintah bersama DPR RI dan stakeholder lainnya dapat membawa bangsa Indonesia keluar dari masa-masa sulit semenjak pandemi dimulai pada akhir 2019 lalu.

Keyakinan ini, lanjut Mukhtarudin didasarkan kepada kuatnya fundamental ekonomi, semakin mapannya iklim demokrasi, persatuan dan gotong royong antar elemen masyarakat, serta posisi strategis Indonesia di panggung internasional.

"Saya kira dengan empat modal ini kita tidak hanya mampu melewati prosesnya, namun lebih dari itu kita bisa dengan kekuatan yang lebih besar lagi dalam rangka mencapai tujuan tersebut," pungkas Mukhtarudin.***

wwwwww