Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Voli

BP2MI dan Great Edu Kolaborasi Godok Soft Skill Calon PMI

BP2MI dan Great Edu Kolaborasi Godok Soft Skill Calon PMI
Foto: Great Edu.
Kamis, 25 Agustus 2022 13:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - PT Greatedu Global Mahardika (Great Edu) menggandeng Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar pelatihan peningkatan soft skill dan bahasa asing bagi calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

"Meningkatnya soft skill dan bahasa asing CPMI sebelum berangkat, tentu akan berdampak positif bagi kualitas pekerjaan mereka di negara penempatan. Harapannya pada masa depan tidak ada lagi PMI yang bekerja tidak sesuai dengan ketrampilan yang dimilikinya," ujar Chief Executive Officer (CEO) Great Edu, Ade Irma Setya Negara, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 25 Agustus 2022.

Menurut Irma, selama ini, permintaan dari luar negeri terhadap pekerja migran asal Indonesia sangat tinggi. Di sisi lain, ketrampilan yang kurang memadai terkadang menjadi hambatan.

"Misalnya, terkendala bahasa, akses informasi, dan kompetensi. Akibat kurangnya soft skill dan kemampuan bahasa asing dapat merugikan PMI," kata Irma.

Dia menambahkan, setiap negara penempatan memiliki standar yang harus dipenuhi oleh para PMI.

"Jika PMI yang berangkat sudah menguasai bahasa negara penempatannya, tentunya proses untuk beradaptasi serta mendapatkan haknya akan lebih mudah," tutur Irma.

Sementara itu, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, peningkatan skill merupakan amanat dari undang-undang. Lahirnya PMI berketerampilan tinggi, juga akan mengurangi potensi terjadinya penipuan kepada PMI oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kita akan terus mengupayakan agar PMI merupakan tenaga kerja yang profesional dan kompeten sebagaimana amanat UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia," ujar dia.

Benny menambahkan, nantinya para CPMI yang ikut pelatihan mendapat sertifikat. "Mereka juga akan kita berikan bonus berupa pelatihan bahasa dan pelatihan soft skill agar dalam proses pekerjaannya lebih mudah di negara penempatan," jelas Benny.***

wwwwww