Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tinggal Tunggu Momen, Demokrat, NasDem dan PKS Bakal Deklarasi Anies

Tinggal Tunggu Momen, Demokrat, NasDem dan PKS Bakal Deklarasi Anies
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)
Kamis, 25 Agustus 2022 09:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS tampaknya akan mengusung Anies Baswedan menjadi Capres pada Pilpres 2024.

Ketiga partai tersebut hanya tinggal mencari moment yang tepat untuk mendeklarasikannya. Demikian diungkapkan Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga kepada GoNews.co, Kamis (25/8/2022).

"Ada kemungkinan ketiga partai itu akan mendeklaradikan Anies sebagai Capres pada akhir tahun 2022. Sinyal tersebut sebenarnya sudah dihembuskan oleh petinggi partai tersebut," ujarnya.

Jika rumor KIB juga akan mengusung Anies, menurutnya akan menguntungkan bagi Nasdem, Demokrat, dan PKS. "Sebab, ada kemungkinan akan terbentuknya koalisi besar dalam mengusung Anies. Jika ini terjadi, tentunya peluang menang sangat besar," tukasnya.

Masalahnya, kata Dia, apakah Golkar sebagai partai terbesar di KIB mau mengusung Anies menjadi Capres?

"Peluang ke arah itu memang kecil, karena Rakernas Golkar sudah menetapkan Ketua Umumnya Airlangga Hartarto sebagai Capres. Hasil rakernas itu memang dapat diubah, namun hingga saat ini petinggi Golkar terlihat masih kekeh mengusung Airlangga," urainya.

Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu mengatakan, Golkar berbeda dengan PAN dan PPP, yang diakar rumputnya banyak menghendaki Anies sebagai Capres.

"Karena itu, bagi PAN dan PPP tampaknya tidak akan masalah besar bila mengusung Anies. Jadi, kalau PAN dan PPP kekeh memilih Anies, sementara Golkar kekeh memilih Airlangga, maka ada kemungkinan KIB bubar. Bisa jadi PAN dan PPP merapat ke Nasdem, Demokrat dan PKS," tandasnya.

Namun kata Dia lagi, kemungkinan ini kecil mengingat KIB sejak awal dikesankan koalisi Golkar, PAN dan PPP bentukan istana. "Karena itu, PAN dan PPP tampaknya akan lebih mendengar suara istana daripada akar rumputnya," tandasnya.

"Konsekuensinya, bisa saja sebagian besar akar rumput di PAN dan PPP lebih memilih Anies daripada Capres yang diusung partainya. Hal ini tentunya akan merugikan kedua partai tersebut, termasuk tentunya KIB," pungkasnya.***

wwwwww