Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
13 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
13 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ngeri! Indonesia Bisa Dituding Danai Perang Rusia

Ngeri! Indonesia Bisa Dituding Danai Perang Rusia
Perusahaan minyak Rusia, Irkutsk. (foto: ist./dok.reuters)
Sabtu, 27 Agustus 2022 15:18 WIB
JAKARTA - Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira dalam pernyataannya kepada wartawan beberapa waktu lalu, mengungkap potensi dampak mengerikan jika Indonesia membeli minyak dari Rusia. Embargo yang selama ini dibaca banyak pihak, ternyata bisa datang bukan hanya dari Amerika Serikat (AS).

"Yang menjadi catatan penting adalah embargo ini bukan hanya AS yang dikhawatirkan, embargo juga dilakukan negara-negar NATO gitu ya, Eropa yang paling berisiko sehingga ini akan membuat Indonesia menjadi terkucil, ketika negara-negara barat melakukan sanksi kepada Rusia," kata Bhima sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari MNC Portal, Sabtu (27/8/2022).

Baca Juga: DPR: Pemerintah Jangan Gegabah Cabut DMO dan DPO Minyak Goreng 

Baca Juga: Jokowi Pulang, Ukraina Dihujani Rudal Rusia yang Tewaskan 18 Orang 

Protes tersebut bahkan bisa merembet pada batalnya kunjungan para pemimpin negara Barat di Konferensi Tingkat Tinggi (KKT) G-20, di Bali, pada November 2022.

"Negara-negara Barat akan menganggap Indonesia berpihak terhadap Rusia, jika kita jadi membeli minyak mentah mereka," kata Bhima.

Baca Juga: Ditengah Perang, Presiden RI akan Kunjungi Kyiv dan Moskwa 

Baca Juga: Amati Ukraina, Taiwan Pede jika China Tiba-tiba Perangi Mereka 

Tak hanya itu, lanjutnya, ada potensi Indonesia akan dituduh membiayai perang Rusia ke Ukraina jika Indonesia tetap membeli minyak mentah dari Rusia.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Uno, membeberkan Rusia menawarkan kepada Indonesia membeli minyak mentah mereka. Namun hal itu masih dipertimbangkan pemerintah karena ancaman embargo AS.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Metropolitan, Basket, DKI Jakarta
wwwwww